BNP2TKI: “Waspadai Pelaku Trafficking!”

0
13

 

MAKASSAR, Bl — Data mengenai jumlah TKI illegal memang tidak ada. Namun demikian, Kota Palopo diperkirakan  menempati urutan ketiga di Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal jumlah warga yang menjadi TKl secara illegal/ non-prosedural. Kondisi ini  menjadi dasar dilaksanakannya sosial­ isasi P2TKI kepada masyarakat Kota Palopo pada Jumat (11/08) di Gedung Veteran, kota  Palopo.

Anggota DPR-RI Komisi IX dari Fraksi Partai Golkar, drg.  Andi  Fauziah Pujiwati Hatta  menyatakan bahwa sosialisasi ini

sebagai bentuk pencegahan,karena kalau warga sudah terlanjur berangkat secara non-prosedural, kemungkinannya untuk  bermasalah sangat  besar. Dan kalau sudah bermasalah, urusannya akan sangat rumit. Fauziah menuturkan pengalamannya sepulang dari kunjungan kerja di Arab Saudi  ketika transit di Qatar, Fauziah dan rekan-rekannya bertemu dengan dua ibu mantan TKl yang masing-masing membawa bayi. lbu yang satu bayinya berumur tiga bulan, sedangkan yang satunya lagi  bayinya masih berumur 3 minggu. Mer­ eka baru saja keluar dari penjara setelah ditahan selama dua bulan.Dengan demikian, ibu yang satunya ditang­ kap saat bayinya berumur satu bulan, sedangkan yang satunya lagi melahirkan di dalam  penjara. Bayi  mer­ eka dititipkan ke polisi  wanita dan hanya boleh  men­ emui bayinya selama 1,5 jam dalam sehari. Keduanya ditangkap karena tidak memiliki dokumen.

Keberangkatan TKI ilegal sebagai sebagian besar karena bujuk rayu dan mulut manis para calo. untuk itu, diperlukan pengetahuan dan kewaspadaan terhadap calo. Kasubdit Sosialisasikan BNP2TKI. Joko Purwanto mewanti – wanti kepada peserta sosialisasi agar mewaspadai calo.

“Kalau ada orang orang yang menawarkan ke Kuwait, ke Saudi, ke Bahrain, ke Riyadh, dan  neg­ ara Timur Tengah lainnya sektor rumah tangga, itu bohong.  Sudah pasti calo. Bapak ibu  boleh cari beritanya Mabes Polri, Bareskrim menangkap Bun­ gawati, tokoh trafficking Indonesia. Sudah 13.000 orang telah dikirim secara illegal,” ungkapnya.

Kepala BP3TK1 Makassar, Mohd. Agus Bustami menambahkan ciri  ciri lain para calo. “Kalau ada yang mengatakan ‘ Gampang itu, kapan mau berangkat, be­ sok pun bisa. Kami  siap  biayai,'” ujar Agus Bustami menirukan ucapan khas para calo. (bnp2tki)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masukan komentar
Masukan nama anda disini