JAKARTA, Bl  — Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia atau BRTI bersa­ ma Kementerian Komuni­ kasi dan Informatika tengah menggodok aturan bagi peng­ guna kartu seluler  wajib terdaftar di  Dinas Kepen­ dudukan dan Catatan Sipil. Dalam aturan ini, nanti saat mendaftarkan kartu baru, maka veriflkasi dan validasinya lang­sung ke Disdukcapil.

Kartu perdana hanya akan aktif sete1ah  diverifikasi dan divalidasi oleh Disdukcapil. Aturan ini tertuang dalam Ran­ cangan Peraturan Menteri Ko­ munikasi dan Informatika No­ mor 12 tahun 2017.

“Berlakunya Februari tahun depan, rencana kami, akan ada sosialisasi dulu sekitar tiga bulan” ujar Komisioner BRTI,  Agung  Harsono usai seminar nasional bertajuk ‘Menagih Langkah Nyata Industri Telekomunikasi dan OTT Hadapi Konten Nega­ tif ‘ di  Balai Kartini, Jakarta Senin, 28 Agustus 2017.

Aturan tersebut, kata Agung akan selesai kemungkinan pad a  akhir tahun ini. Jadi,  seluruh operator telekomu­ nikasi nantinya akan terhubung dengan Disdukcapil.

Agung mengungkapkan, ala­ san diterbitkannya peraturan itu karena ditemukan kasus keban­ yakan kartu yang terdaftar tidak valid.  Meski, telah  diterbitkan aturan terbaru tahun  kemarin, yang mengharuskan setiap kartu perdana registrasinya ha­ rus menggunakan KTP.

“Setiap ada pelaporan tindak kejahatan, kan kita di cek, ban­ yak sebagian besar nama ‘aaaa’, alamat ‘bbbb’,” jelas Agung.

Agung menyatakan, sekitar 350 juta kartu seluler yang terse­ bar, hanya sedikit yang datanya jelas dan terverifikasi. “Dengan RPM  12 2017, kita  berharap, tahapan siapanya jelas, ketika tetjadi apa-apa itu juga jelas,” ujar dia. (viva)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masukan komentar
Masukan nama anda disini