Ortu Jadi TKI, Anak Diperkosa

0
12

PAMEKASAN, BI – Malang menimpa Mawar (17), bukan nama sebenarnya, warga se­ buah desa di Kecamatan Pegantenan, Pamekasan ini menjadi korban perkosaan GF (23), warga Desa Bu­ langan Branta, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Senin (29/8/2017) malam.
Akibat kejadian itu, korban yang masih duduk:di bangku kelasIII di sebuah SMP di Pamekasan, mengalami pendarahan.
Sementara GF yang sudah punya anak istri, setelah memperkosa korban melari kan diri dan kini masih dalam pengejaran petugas.

Karena tidak diterima ko­rban diperlakukan seperti itu, korban diantar pamannya, Hasyim (27), warga K eca­ matan Tlanakan, Pamekasan, melaporkan kasus yang me­ nimpa dirinya ke Polres Pa­ mekasan, Selasa (29/8/2017). Saat melapor ke polres, korban  juga  didampingi seorang kerabatnya  yang juga menjadi saksi. Korban terlihat masih  trau­matik dan syok atas peris­ tiwa itu. Sebab ketika turun dari mobil ,  korban tidak bisa berjalan, mengaku se­ langkangannya yang menetes darah itu  kesakitan, sehing­ ga korban terpaksa dibopong. Ditemui usai me1apor ke polres, Hasyim mengatakan, sebelum kejadian korban yang selama ini tinggal bersama saudaranya, karena ayah ibu­ nya sejak tiga tahun lalu menjadi TKI di Malaysia, sore harinya dijemput seorang k erabatnya untuk diajak ke rumahnya di Desa Bulangan Barat, Kecamatan Pegantenan, untuk rujakan.

Selepas magrib, setelah makan rujak, korban pamit pulang ke  kerabatnya terse­ but dengan berjalan kaki sekitar 2 km. Takut terjadi sesuatu, ker­abatnya itu melarang dan menyarankan untuk menginap saja  di rumah tersebut. Kebet­ulan, kerabatnya itu memang hanya tinggal dengan kedua orangtua serta anaknya. Se­ mentara suaminya, menjadi TKI ke  Malaysia.

Tidak  berselang  berapa lama, korban mendapat pang­ gilan telepon dari nomor tak dikenal dan mengaku her­ nama Fian, menanyakan dir­ inya berada di mana.

Tanpa curiga korban men­ jawab, jika saat itu  dirinya berada di rumah kerabatnya. Lalu orang yang mengaku Fian itu menyatakan mau datang menemui korban di rumah tersebut.

Rupanya setelah ditunggu, yang muncul seorang pemuda  yang belakangan diketa­ hui bernama GF (pelaku.Red)  Selanjutnya korban berbi cang-bincang di ruang tamu. Tapi karena korban ngantuk, korban masuk kamar  dan tidur. Sedang pelaku belum pulang sehingga ditemani oleh kera­ bat korban  hingga larut malam.

Pada saat kerabat korban tertidur di teras depan, ia mendengar jeritan dari  dalam kamar tidur.

Perempuan itu pun langsung bergegas berlari ke arab suara dan dikejutkan oleh peman dangan di mana korban sedang ditindih oleh tubuh Fian. Sadar aksinya terpergok, pria  itu lari meninggalkan rumah.

Sementara, korban men­ galami pendarahan di selang­ kangannya. Esok harinya, kerabat ko­ rban itu menghubungi Hasy­ im, paman korban, dan menceritakan kejadian yang menimpa korban.

“Saya terpaksa melaporkan tindakan pelaku, karena sudah menghancurkan masa depan keponakan  kami. Semoga pelaku cepat ditangkap dan dihukum berat,” ujar Hasyim. Selanjutnya korban dibawa aparat Polres Pamekasan, untuk menjalani visum ke RSUD Slamet Martodirjo,

bersama Faizah dan kelu arga lainnya. (surya)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masukan komentar
Masukan nama anda disini