JAKARTA, 81– Untuk mengejar tar­ get energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23% dalam bauran energi nasional pada 2025, PLN akan meningkatkan kapasitas pembangkit listrik tenaga air  (PLTA) hingga 13.000 MW  dalam 8 tahun ke depan. Saat ini kapasitas terpasang PLTA di seluruh Indonesia baru 4.010 MW,jadi harus ditambah 9.000 MW lagi.

Namun tak mudah untuk menggen­ jot listrik dari tenaga air. Sebagian besar sumber daya air  sudah dikuasai oleh pihak swasta. PLN jadi kesulitan memanfaatkan sumber sumber air untuk kelistrikan.

“Kalau mau  bangun PLTA  kan  ada izin  dulu. Izin  dikeluarkan pemprov, dari gubemur. Sebagian besar konsesi itu  sudah dipegang oleh pihak-pihak lain. Kita PLN enggak bisa masuk,” kata  Direktur Pengadaan PLN, Nicke Widyawati, saat ditemui di  Gedung DPR, Jakarta, Selasa (29/8/2017).

Masalahnya lagi, konsesi untuk sumber daya  air tak memiliki batasan waktu yangjelas. Beda misalnya den gan konsesi di panas  bumi  (lzin Usaha Panas Bumi) yang  harus  dikembalikan ke pemerintah jika tak dikembangkan dalam waktu sekian tahun.

Pemerintah juga tidak bisa menyerahkan konsesi sumber daya air ke PLN untuk dikelola menjadi pembangkit listrik.

“Kalau seperti geothermal, ada batasan dan  harus dikembalikan kalau tidak dikembangkan,  p emerintah  bisa menugaskan PLN, mungkin bisa kita dorong. Kan  konsesinya (air) enggak bisa kita ambil alih. Setahu saya be gitu, so far  belum ada  yang dikemba­ likan,” Nicke menambahkan.

Maka untuk  saat ini, PLN lebih cend­ erung meningkatk:an kapasitas PLTA-PLTA yang sudah ada saja, dibuat menjadi PLTA pumped storage. “Untuk lokasi lokasi yang kita  punya, kita  bangun pumped storage sehingga kapasitas lebih besar,” tutupnya. (detik)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masukan komentar
Masukan nama anda disini