Polres Banyuwangi Tangkap Sindikat Pembobol ATM

0
10

BANYUWANGI,BI –Aparat Kepolisian Resor  Banyuwangi melalui Kepolisian Sektor Kali­ puro  berhasil menangkap satu dari tiga pelaku  kejahatan yang merupakan sindikat pembobol anjungan tunai  mandiri  (ATM) yang beraksi di sejumlah kabu­ paten eks Keresidenan Besuki.

“AR (24) warga Sumatera Se­ latan itu merupakan satu-satunya pelaku kejahatan spesialis ATM yang berhasil diamankan,”kata Kapolres Banyuwangi AKBP Agus Yulianto kepada sejumlah wartawan dalam pers release di Mapolres Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (29/8) sore.

Lelaki asal Desa Bedeg Blam­ bangan, Kecamatan Buay  Ru­ jung, K.abupaten Ogan Kemir­ ing Ulu (OKU), Sumatera selatan, itu tidak sendiri melaku­ kan  aksi  kejahatannya karena  ditemani RN (21)  dan PN (25) yang merupakan warga Palem­bang yang kini masih huron. “Dalam sindikatmembobolAIM, pelakuAR berperan sebagai pen­ gawas  lapangan dan membantu warga yang kartu ATM nya ter­ sangkut di mesin anjungan tunai mandiri, sedangkan  RN dan PN berperan memasang stiker  call center palsu yang seolah olah dipasang pihak bank,” tuturnya. Berdasarkan keternngan tersang­ ka,lanjutnya,AIMyang dijadikan  modus kejahatan milik PT Bank Negarn  Indonesia (BNI) Persero Tbkdan setidaknyaadariga lokasi ATM BNI yakni  di Kabupaten Jember  (satu lokasi) dan Kabu paten Banyuwangi (dua lokasi).

“Ketiganya beraksi di wilayah timur Jawa berawal dari Bogar, kemudian ketiganya naik pesawat turun di Kota Surabaya dan dalam perjalanan berlanjut menuju Kota Jember  membeli dua unit sepeda motor Yamaha Mio yang kemudian digunakan untuk tindak  kejahatan membobolATM,”ucap perwira dengan tanda pangkat dua melati di pundak itu.

Aksi sindikat  pembobol ATM tersebut dimulai di sebuah ATM di salah satu SPBU di Kabupaten Jember yang modusnya RN, PN dan AR  mendatangi AIM BNI yang hendak dijadikan target.

Setelah di Jember,ketiga pelaku melakukan aksi kejahatannya di Kabupaten Banyuwangi dengan menggunakan modus yang sama. “Saat  situasi sepi, RN dan PN  masuk:kebilikATM untukmema­ sang stiker call center palsu, serta memasang plastik mika menggu­ nakan gergaji besi,”katanya.

PelakuAR bertugas memantau calonkorban yang menggunakan mesinAIM, begitu korban masuk dan kartu ATM-nya  tersangkut, maka tersangka berpura-pura membantu korban dengan meny­ uruh menghubungi “call center” palsu yang dipasangdua rekannya. “Ketiga pelaku berhasil mengu­ ras uang rekening salah satu ko­ rban senilai Rp3juta dan berhasil kami sita. Gergaji besi  yang di­ gunakan untuk: memasukkan mika ke dalam mesin ATM juga dijadikan  alat bukti,”ujamya. Agus  menjelaskan aksi keja­ hatan ketiga pelaku tersebut ter­ungkap saat  melakukan tindak kejahatannya di ATM BNI yang berada di Hotel Mirah, Kecamatan Kalipuro,KabupatenBanyuwan gikarena petugas keamanan hotel dan karyawan BNI  mencurigai pelaku AR yang  menarik kartu ATM korban di mesin tersebut

”Pelaku sempat mencongkel me­ sinAIMmenggunakanobenguntuk mengambilA1M nasabah BNI yang tersangkut, kemudian  melepas stiker call center BNI palsu yang dipasang oleh rekannya Namun tersangka didatangi oleh petugas karena mencurigakan dan akhimya ditangkap,”katanya (Antara)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masukan komentar
Masukan nama anda disini