Bank Tabungan Negara (BTN) semakin responsif untuk dekat di hati para BMI (Buruh Migran Indonesia). Penghujung 2017 silam, tim dari BTN Remittance berkesempatan untuk mengunjungi Hong Kong untuk kesekian kalinya. Tim yang dikomandani Indriyanti, Rana dan Rio Chan bersilaturahmi dengan komunitas BMI Hong Kong untuk berbagi pengalaman dan keceriaan di negeri itu.

“Kami ingin menjadi sahabat dan saudara bagi BMI di Hong Kong. Dimana di tahun 2018 kami memiliki serangkaian program untuk sahabat kami di Hong Kong,” ungkap Indri, Trade and Payment Services Manager kepada Berita Indonesia.  Memang, dalam kunjungan ke Hong Kong, tim BTN Remittance mengunjungi beberapa titik BMI di Hong Kong, antara lain Victoria Park, Yuen Long, Mongkok, Kowloon Tong dan lainnya.

Kunjungan ini selain untuk mendekatkan BTN Remittance dengan sahabat BMI Hong Kong, juga untuk menyelami kondisi keuangan para pahlawan devisa di sana, agar kelak ketika di tanah air mereka bisa menjadi lebih mandiri. Salah satunya kunjungan kepada komunitas BMC, salah satu komunitas BMI yang telah memulai langkah mandiri dengan belajar di salah satu taman di Kowloon Tong.

“Kami senang sekali dengan kunjungan teman-teman dari Bank BTN. Semoga dengan kunjungan ini kami bisa saling bersinergi untuk memajukan teman-teman BMI, baik di Hong Kong maupun pulang ke Indonesia,” ungkap Tri Zoplo, koordinator BMC kepada Berita Indonesia. Memang, kunjungan ke BMC, tim dari Bank BTN beserta rekan-rekan BMI berbagi pengalaman seputar banyak hal. Mulai pengaturan gaji selama di Hong Kong, mengirim kepada keluarga sampai potensi untuk membeli rumah ketika pulang ke tanah air.

“Bank BTN yang saya tahu sangat peduli soal rumah, makanya saya kepingin tahu kalau nanti pulang ke Indonesia apa bisa dibantu dikasih kredit untuk beli rumah dan dibuat  kost-kostan,” ungkap Titik salah satu peserta yang bertanya. Menanggapi hal tersebut, Indri mengungkapkan bahwa ketika bekerja di luar negeri adalah mampu menyisihkan uang serta memiliki rencana jangka panjang.

“Misalnya 4 atau 6 tahun ke depan apakah kita sudah memiliki rencana punya rumah? Berapa besar rumahnya, berapa biayanya. Nah rencana itu yang kita upayakan dengan menyisihkan pendapatan untuk jangka panjang,” papar Indri. Hal serupa juga diungkapkan oleh Rio Chan, wartawan BI yang kini telah memiliki usaha rumah kost di Surabaya.

Dia yang juga mantan TKI Hong Kong mengungkapkan, untuk memiliki rumah kost dengan mendapatkan penghasilan setiap bulan, bukan hal yang sulit asal konsisten menabung. “Saya dulu menyisihkan duit yang ada, selama 5 tahun di Hong Kong nggak pernah saya ambil. Tapi saya bulatkan tekad, agar suatu hari kepingin punya rumah kost. Alhamdulilah, 7 tahun nggak hanya rumah, tapi juga rumah kost. Insha Allah teman-teman juga memiliki itu, kalau suatu hari nanti tidak bekerja di Hong Kong lagi,” paparnya tentang salah satu trik investasi di tanah air. Acara menjadi semakin meriah dengan pembagian doorprize dan hadiah menarik dari BTN. Kunjungan ke BMC juga bisa menjadi alternafi informasi untuk investasi yang selama ini bisa diwujudkan bersama Bank BTN

Sebelum Berangkat, Rekening Sudah Jadi

Selain di Hong Kong, Bank Tabungan Negara (BTN) juga konsisten untuk memberikan literasi keuangan bagi calon BMI. Di Indonesia misalnya, Bank BTN juga telah mengunjungi beberapa PJTKI dan komunitasnya untuk menyemangati agar ketika tiba di Hong Kong, mereka bisa menabung.

Seperti yang dilakukan di PT Assanatama Karya Mandiri di Surabaya, Sabtu, 13 Januari dimana literasi keuangan dan menabung mendapatkan sambutan hangat dari para calon BMI. “Wah senang sekali kalau sebelum berangkat kita sudah punya tabungan. Saya juga ingin 4 tahun di Hong Kong sudah bisa beli sawah. Makanya nanti kalau di sana harus bisa rutin biar nggak habis buat belanja,” ungkap Winda, calon BMI asal Medan.

Dia mengaku sangat senang ketika dibantu oleh BTN Syariah yang dalam kesempatan itu ikut memberikan sosialisasi. Karena sehari sebelum berangkat ke Hong Kong, buku tabungan sudah jadi. Sehingga ketika nanti berangkat ke Hong Kong, dia sudah memiliki buku tabungan. “Ini adalah salah satu komitmen kami untuk memberikan kepuasan terhadap nasabah dari para BMI di Hong Kong, agar sejak awal mereka sudah memiliki rencana masa depan yang matang,” ungkap  Wahju Oktarini, Consumer & Commercial Funding Unit Head.rio chan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masukan komentar
Masukan nama anda disini