FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Perwakilan Persatuan Seniman dan Komedian Indonesia (PaSKI) menyambangi kantor Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Jakarta, pada Jumat (9/2). Diwakili oleh komedian Eko Patrio, Kadir, Derry 4 Sekawan, Jarwo Kwat, Ruben Onsu dan Raffi Ahmad, mereka datang untuk meminta kejelasan status dari dua komedian Indonesia yang diberitakan tersandung kasus imigrasi di Hongkong.
“Saya dan teman-teman yang tergabung dalam PaSKI datang ke sini untuk menanyakan sudah sejauh mana berkaitan pendampingan advokasi dua komedian ini. Sebelumnya, udah nelpon bu menteri. Sekarang akan bertemu wakil menteri, bagaimana pun kasusnya, kalau terkait komedian, kami usahakan membantu yang terbaik,” jelas Eko Patrio.
Kemudian, dia mengungkapkan seharusnya masalah imigrasi menjadi perhatian pemerintah Indonesia karena ini bukan kasus yang pertama. Sebelumnya, Ustad Abdul Somad juga telah mengalaminya.

Namun, dia juga mengatakan bahwa kasus imigrasi ini seharusnya menjadi edukasi bagi para pekerja seni untuk lebih berhati-hati terkait penggunaan visa. Sebab, Eko menyadari bahwa kesalahan terletak di dua komedian tersebut.
“Kasus ini harusnya jadi pelajaran untuk para pekerja seni agar lebih teliti soal visa dan acara. Harusnya panitia sana juga bertanggung jawab. Khusus komedian ini, saya akan mengawal, berkaitan dengan apa yang akan dilakukan KJRI (Konsulat Jendral Republik Indonesia) di sana, berapa lama prosesnya,” ujarnya.
Hanya saja, Eko mengaku berharap dua komedian tersebut tidak ditahan. Walaupun, ditemukan ada kesalahan imigrasi.
Untuk diketahui, dua Warga Negara Indonesia (WNI) ditangkap oleh Otoritas Hongkong pada Minggu, (4/2). Dua orang komedian asal Jawa Timur itu, yakni Yudo Prasetyo (Cak Yudo) dan Deni Afriandi (Cak Percil).
Keduanya, diduga menyalahgunakan visa. Oleh karena itu, keduanya kini berada di Penjara Lai Chi Kok, Hongkong. (Fajar/JPC)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masukan komentar
Masukan nama anda disini