JawaPos.com – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X merasa sedih dan prihatin terhadap peristiwa penyerangan Gereja di Sleman pada Minggu (11/2) pagi.
“Saya sedih dan prihatin. Kenapa sedih, saya satu kebetulan di Jakarta tidak bisa pulang. Hanya jadi sore saja,” katanya saat ditemui di RS Panti Rapih Yogyakarta, Minggu (11/2) seusai menjenguk korban penyerangan.
Kedua, kesedihannya karena peristiwa terjadi di Jogjakarta yang selalu mengutamakan kebersamaan sebagai budaya yang selalu dijaga. “Itu kenapa sedih tapi tak bisa menangis,” ucapnya.

Ia juga tidak paham atas tindakan pelaku yang membuat teror kepada para jemaat saat melangsungkan ibadah. Menurutnya itu bukanlah karakter dari masyarakat Jogjakarta.
“Saya ingin menyampaikan saya tidak memahami, tidak mengerti kenapa ada perbuatan yang keji tanpa ada kemanusiaan. Ada umat yang sedang melaksanakan ibadah kenapa ada kekerasan, yang dilakukan seseorang tanpa berperikemanusiaan. Jelas itu bukan karakter kita masyarakat Jogja,” tuturnya.
Dirinya berharap peristiwa penyerangan hari ini tidak terulang lagi di kemudian hari. Jangan sampai ketika ada orang beribadah, ada tindakan yang tidak berperikemanusiaan. “Terlalu keji tanpa perikemanusiaan itu bukan masyarakat Jogja,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Gubernur DIY baru pulang dari Jakarta sekitar pukul 16.00 WIB. Sesampai di Jogja, ia langsung menjenguk korban di RS Panti Rapih.
(dho/JPC)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masukan komentar
Masukan nama anda disini