SHAM SHUI PO, BI — Kegembiraan terpancar dari raut sejumlah buruh migran Indonesia (BMI) yang mengikuti perayaan Paskah di Crc Mtc, Kamis (5/4/2018). Mereka merayakan Paskah dengan mengikuti siraman rohani, makan siang bersama, juga merias telur.

Siraman rohani bertempat di di  1/F Wing Yip Commercial Centre, 65-71 Yen Chow Street, Sham Shui Po berjalan khidmad. Lantunan puji-pujian kepada Tuhan Yesus dinyanyikan oleh grup paduan suara menambah khidmad suasana.

Yessy Kapitan, pengurus sekaligus pengisi siraman rohani, menginformasikan bahwa perayaan Paskah diadakan pada hari Kamis, karena pada hari Minggu (1/4/2018) Crc Mtc tutup.

“Pada Minggu kemarin kita ada acara di gereja masing-masing. Karena hari Kamis BMI juga libur, maka kita pilih hari Kamis untuk merayakan paskah,” terang Yessy.

Dalam renungan singkat yang mengusung tema “Paskah adalah perayaan kehidupan bagi manusia”, Yessy  menyampaikan agar umat Kristen, terutama yang di Hong Kong, menghargai Yesus atau Isa itu dengan kematian dan kebangkitannya. Oleh karena itu, diharapkan agar manusia tidak gampang menyerah ketika menghadapi masalah ataupun pergulatan hidup di Hong Kong.

Kepada BMI mohon agar tidak mengambil jalan pintas ketika menghadapi masalah. Lari ke masalah narkoba, mabuk, ataupun tindak kriminal sangat tidak dianjurkan. Masih banyak solusi dalam menghadapi masalah. Salah satunya adalah mencari aktivitas positif seperti belajar meningkatkan keterampilan,” seru Yessy.

Renungan singkat juga diisi oleh Anneliese Wong tentang Paskah yang merayakan kehidupan.

“Kristus itu datang ke dunia untuk membebaskan masalah. Tuhan itu tidak jauh, tapi Dia ada bersama kita. Jangan pernah beranggapan ketika kita ada masalah, Tuhan meninggalkan kita. Itu tidak benar. Tuhan bersama kita untuk menghadapi masalah tersebut,” terangnya.

Usai renungan, acara dilanjutkan makan siang bersama, perlombaan menghias telur, juga penyerahan sertifikat bagi BMI yang lulus kursus menjahit, baking, dan 2 kelas gitar. Total ada sekitar 30 sertifikat diserahkan.

Yeni, BMI asal Solo, Jawa Tengah, terlihat gembira becanda bersama teman-temannya saat makan bersama pada perayaan Paskah untuk kali pertama di Hong Kong. Ia mengungkapkan bahwa perayaan Paskah di perantauan sangat berkesan.

“Serasa di Indonesia, jadi tidak merasa gimana gitu, pokoknya senang,” akunya. (IDR)

         

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masukan komentar
Masukan nama anda disini