CAUSEWAY BAY, BI — “Dzikir Zaman”, sebuah puisi buah karya Ayundha Lestari berhasil dibawakan oleh Erna Novitasari diiringi permainan gitar Aliq Nurmawati dengan baik di Olimpic House, Causeway Bay.

Dalam kesempatan tampil di acara yang digelar oleh BRI Remittance bertajuk “ We Give You More 2018 is Back!” tersebut, dua orang buruh migran Indonesia (BMI) yang merupakan anggota Komunitas Kepenulisan Forum Lingkar Pena Hong Kong (FLP-HK) berhasil dengan baik membawakan puisi yang mengangkat tentang perubahan cara berpikir generasi ke generasi.

Ayundha Lestari sebagai penulis puisi kepada Berita Indonesia menyampaikan, puisi tersebut menekankan tentang sebuah perubahan yang diawali dari pikiran untuk membuat kemajuan.

Menurut Ayundha, akal manusia adalah bagian dari Quranul Kariim, yakni Al-Quran Hammamatul makna, dan mengikuti perubahan zaman sepanjang masa.

“Dunia berevolusi terus-menerus melalui tangan kreatif dan akal pemikir. Itu salah satu yang mampu saya tangkap, dan puisi ini sebenarnya dibuat secara spontan, karena mengikuti tema acara,” ungkapnya.

“Ide yang berhasil saya dapat dari Al-Quran Surah Al-Anfal ayat [8]dari 53 ayat. Bahwa Allah memberi kita pikiran, akal untuk mengubah keadaan. Upaya kecil itulah, yang akan dibersamai-Nya sebagai maha bekerja untuk berhasil melakukan perubahan dalam hal apa pun,” tambah Ayundha.

Dengan dibacakannya puisi tersebut, Ayundha berharap kepada teman-temannya sesama anggota FLP-HK yang bisa menulis puisi tidak malu lagi membuka diri, dan mampu mengembangkan potensi diri sambil terus mencari makna dan nilai. Meski ia sendiri mengakui masih kesulitan dalam memilih diksi yang tepat.

“Cara mengatasinya, bisa dengan dibaca ulang, diendapkan dalam pikiran, dalam hati, ditimbang kepantasannya, kepekaannya, dan tentu saja banyak membaca buku. Biasanya saya mencatat kata yang tidak mengerti, lalu mencari referensi maksud kata tersebut,” tutup Ayundha Lestari.

Sementara itu, Erna, sebagai pembaca puisi menyampaikan meski awalnya sempat ragu, IA mengaku senang dengan dukungan yang diberikan oleh teman-temannya.

“Berkat motivasi dan dukungan dari teman-teman, saya yakin saya bisa. Dan harapannya bisa lebih baik lagi, tentunya bisa membawa manfaat untuk orang lain,” tutup BMI asal Ponorogo, Jawa Timur, ini. (Wijiati Supari)

 

Berikut adalah puisi Ayundha Lestar

Dzikir Zaman

Puisi Ayyundha Lestari

 

Di antara ayat cinta

yang terserak pada semesta, secuil tersemat dalam dirimu

Ia bergelombang menggeliat taat pada niat

Mengikuti era waktu semakin maju

Gelombang inti imaginer, berdaulat kuat menjadi isyarat

Berevolusi detik demi detik

Dzikir zaman berpacu dengan akal insani

Merancang pembaruan-pembaruan tekhnologi

Menawarkan kecanggihan interaksi

Dzikir zaman adalah sabda ayat-Nya mewujud perubahan atas kehidupan

 

Anak-anak peradaban makin brilian

Seakan tak kehabisan daya juang dan kepandaian

Arus perubahan menempa kesadaran

Sebagai daulat pada ketakdziman dzikir panjang napas zaman

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masukan komentar
Masukan nama anda disini