WAN CHAI, BI — Apabila ada yang berkata bahwa Hong Kong adalah negara penempatan kerja berzona nyaman, itu tidak salah. Sebab, di negeri bekas jajahan Inggris ini buruh migran Indonesia (BMI) bebas menentukan pilihannya untuk menggeluti apa yang menjadi kegemaran masing-masing, salah satunya adalah kegemaran menulis.

Menulis bagi sebagian BMI di Hong Kong merupakan makanan wajib sehari-hari. Biasanya mereka menggunakan halaman media sosial untuk meluapkan isi hatinya untuk sekadar berbagi informasi, mengunggah karya tulis seperti puisi, cerita pendek ataupun hanya sekadar menyapa teman media sosialnya.

Terkait dunia-menulis, Berita Indonesia berhasil berbincang-bincang dengan Anji sesaat setelah ia turun dari panggung konsernya yang digelar oleh Telin Hong Kong pada Minggu (11/03) lalu di Queen Elizabeth Stadiun, Wan Chai.

Pada kesempatan tersebut, pelantun tembang berjudul “Dia” ini menuturkan bahwa sejarah itu ada karena adanya tulisan.

“Sejarah itu terjadi karena adanya tulisan-tulisan. Bagi saya, menulis adalah satu hal yang harus dilakukan oleh siapa pun,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Anji juga dengan senang hati membeberkan tips bagaimana menolak macet dalam menulis. Kemacetan menulis bisa dialami para penulis, baik pemula maupun yang telah terbiasa menulis.

“Cara menumbuhkan ide adalah sering menuliskan ide, mencatat. Jadi tidak langsung kita eksekusi dan kita panjangin, tetapi kita catat ide-ide kecil yang kita temui di mana pun. Di jalan, kalau kita sering menulis, pasti kita akan menemukan ide menulis deh. Itu langsung catat saja idenya. Kalau kita sedang stagnan, maka bukalah ide-ide tersebut, nanti pasti akan menemukan kembali ide menulis tersebut,” paparnya panjang lebar.

Selain berbagi tips, Anji berterimakasih kepada para penggemarnya di Hong Kong. Ia mengaku terharu melihat penggemarnya sudah hafal lagu terbaru yang baru diluncurkannya.

“Secara musik, saya berharap teman-tema semakin tahu tentang saya, dan secara umumnya saya ingin semua yang di sini itu bahagia, saya kalau mendengar lagu Tanah Air begitu pada menangis, yah, pokoknya semoga berbahagia,” ungkapnya.

Mengakhiri obrolan, Anji berpesan, “Pesan saya, jangan lupa dengan orang-orang tercinta yang ada di rumah, dan saling mengabari.”(Wijiati Supari)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masukan komentar
Masukan nama anda disini