Hong Kong Bersiap Sambut Pesta Demokrasi Indonesia 2019

0
20

Hong Kong, BI. Gaung pemilihan umum (pemilu) di Indonesia tahun 2019 sebagai puncak pesta demokrasi 5 tahunan yang akan dilakukan pada 17 April 2019 semakin terasa. Warga negara Indonesia (WNI) yang sudah memiliki hak pilih akan memilih para anggota dewan legislatif DPR RI, DPD RI, dan DPRD serta akan memilih presiden dan wakil presiden.

Pemerintah RI, dalam hal ini KJRI Hong Kong, pada Senin (26/3/2018) bertempat  di Ramayana Hall KJRI Hong Kong juga telah melantik Anggota Panitia Pemilu Luar Negeri (PPLN) dan Sekretariat PPLN pada Perwakilan Hong Kong.

Diinformasikan bahwa terdapat tiga gedung di kawasan Hong Kong Island, Mong Kok dan New Territories akan dipilih untuk penyelenggaraan pemilu pada 14 April 2019 untuk Hong Kong dan Makau.

Begitu juga dengan warga negara Indonesia yang berada di Hong Kong yang memiliki hak pilih, sekitar 150 ribu sudah mulai bersiap-siap menyambut pesta demokrasi 5 tahunan tersebut. Hal ini terlihat dari berbagai kritikan dan opini di lini masa tentang calon-calon presiden dan wakil presiden RI yang mereka dambakan.

Sebagai informasi kita bersama, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menyelenggarakan pengundian nomor urut untuk 14 parpol yang lolos verifikasi Pemilu 2019, pada Minggu (18/2/2018) lalu. Berikut adalah hasilnya: nomor urut 1. PKB, 2. Gerindra, 3. PDIP, 4. Golkar, 5. NasDem, 6. Partai Garuda, 7. Partai Berkarya, 8. PKS, 9. Perindo, 10. PPP, 11. PSI, 12. PAN, 13. Hanura, dan nomor urut 14. Partai Demokrat.

KPU juga telah menyampaikan tahapan dan jadwal Pemilu 2019. Hingga pada April ini, tahapan tersebut selanjutnya adalah penyusunan daftar pemilih di luar negeri dilaksanakan pada 17 April 2018-17 April 2019. Dilanjutakan pendaftaran calon anggota DPR dan DPRD pada  4-17 Juli 2018.

Pendaftaran capres/cawapres pada 4-10 Agustus 2018. Penetapan dan pengumuman capres/cawapres pada 20 September 2018. Penetapan nomor urut pasangan calon pada  21 September 2018.

Masa kampanye calon anggota DPR/DPD/DPRD dan capres/cawapres pada 23 September 2018-13 April 2019. Masa tenang pada 14-16 April 2019.

Pemungutan dan penghitungan suara (Pileg dan Pilpres dijadwalkan di hari yang sama) pada 17 April 2019. Rekapitulasi dan penetapan hasil Pemilu tingkat nasional pada 25 April 2019-22 Mei 2019.

Selanjutnya, sumpah dan janji pelantikan presiden/wakil presiden pada 20 Oktober 2019.

Sebagai catatan kita bersama, pemilu 2014 lalu diikuti oleh 23.569 pemilih di Hong Kong dan 1568 pemilih di Makau, sedangkan pemilih melalui pos terdata 18.126 orang. Data pemilih tetap (DPT) untuk wilayah Hong Kong dan Makau keseluruhan berjumlah 114.662 orang.

Sebagai informasi, WNI yang mengikuti pemilu legislatif di Hong Kong dan Makau pada 30 Maret 2014 yang lalu berjumlah 18.177 pemilih.

Seiring berjalannya waktu, dengan berbagai pengalaman  dan petimbangan, WNI semakin cerdas dalam menentukan hak pilihnya untuk 5 tahun ke depan. Sebuah hajatan pesta demokrasi yang berkualitas menjadi harapan semua masyarakat Indonesia. Peningkatan partisipasi dari masyarakat sangat penting guna memperoleh para wakil rakyat dan pemimpin-pemimpin yang mempunyai integritas dan berkualitas. (Ida Royani)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masukan komentar
Masukan nama anda disini