Menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) harus siap mandiri dan ready menerima semua resikonya, baik atau buruk, faktanya banyak cerita TKI yang memilukan dari luar sana yang sering membuat bingung sekaligus prihatin sesama TKI.
Di Hong Kong mungkin mudah untuk mendapatkan pertolongan karena banyak yang perduli, ada pemerintah yang dekat dengan warga Indonesia dan ada banyak pula organisasi TKI yang siap membantu sesama TKI di negeri bagian China tersebut. Sementara kita tidak tahu bagaimana perlindungan TKI di negara baru seperti Yordania.
hari ini Liputan6.com memberitakan jika Satuan Tugas Perlindungan WNI (Satgas PWNI) KBRI Amman telah menemukan Dastin binti Tasja (30) TKI asal Indramayu yang telah hilang kontak selama 13 tahun di Yordania, dan tengah diduga menjadi korban penganiayaan oleh majikannya karena kondisinya yang memprihatinkan.
Dugaan itu muncul usai dokter KBRI Amman melakukan pemeriksaan fisik terhadap tubuh Dastin pada Kamis, 19 April 2018. Dari hasil pemeriksaan, dokter menemukan banyak luka-luka di punggung Dastin.
“Awalnya Dastin terlihat normal dari tampak luar. Namun, kami curiga, saat ia berpelukan dengan salah satu petugas KBRI, Dastin tampak terlihat merasakan sakit di punggungnya,” kata Ketua Satgas PWNI KBRI Amman, Nico Adam lewat pesat singkat yang dikirimkan kepada Liputan6.com, Jumat (20/4/2018).
“Akhirnya kemarin kami periksa, dan benar ada banyak luka di punggung. Menindaklanjuti temuan itu, hari Jumat ini, Dastin dibawa ke rumah sakit untuk menjalani visum,” lanjut Nico.
Lebih lanjut, Nico pun mengiyakan ketika ditanya apakah luka-luka tersebut terindikasi hasil dari penganiayaan oleh majikan.
“Sepertinya (terindikasi penganiayaan majikan). Tapi kita perlu menunggu hasil visum dulu sebelum sampai pada kesimpulan tertentu,” lanjut Nico.
“Jika nantinya hasil visum keluar dan ternyata luka yang diderita TKI Dastin positif hasil penganiayaan atau penyiksaan, KBRI Amman menegaskan akan melimpahkan bukti tersebut kepada otoritas penegak hukum Yordania,” ujar Nico.
Selain bantuan medis KBRI Amman juga tengah berupaya keras agar pihak majikan TKI Dastin memenuhi seluruh hak-hak Dastin selaku TKI yang bekerja dirumahnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masukan komentar
Masukan nama anda disini