JK: Kehadiran TKA Ke Indonesia Akan Menciptakan Lapangan Kerja Baru

0
22

Kekawatiran orang terhadap hadirnya warga asing kenegaranya itu wajar, apalagi tenaga kerja asing (TKA) datang disaat pengangguran masih ada dimana-mana, ada semacam cemburu sosial terhadap mereka seakan negaranya tidak perduli dengan warganya sendiri dan lebih perduli pada TKA yang direkrutnya tersebut.
Menyikapai keresahan warganya Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) meminta semua pihak agar tidak menjadikan tenaga kerja asing (TKA) sebagai musuh. Sebab, kehadiran TKA di Indonesia justru menciptakan lapangan kerja baru untuk masyarakat.
Terkait TKA di Indonesia, saat ini DPR tengah melakukan pembentukan Panitia Khusus Hak Angket terhadap terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan TKA.
“Mengapa kita hanya berapa ribu orang asing, terus tenaga kerja Indonesia sepertinya bahaya (terancam). Justru dia membuka lapangan kerja baru. Jadi, jangan tenaga kerja asing itu kayak musuh, begitu. Justru dibutuhkan transfer teknologi,” tegas Kalla.
Dalam perbincangan tersebut Kalla juga menegaskan jika kehadiran TKA di Tanah Air tidak akan mengambil porsi tenaga kerja Indonesia. Justru, sambung dia, kehadiran TKA menghadirkan lapangan kerja baru.
“Kita lihat di Thailand jumlah pekerja asing itu 10 kali lipat dibanding dengan Indonesia. Kedua, tidak mempengaruhi kondisi negara tertentu, berapa juta orang Indonesia di Malaysia, 2 juta kan. Tidak menimbulkan masalah di negara tersebut,” jelas dia.
Senada dengan JK, Ketua DPR Bambang Soesatyo menilai pembentukan Pansus terhadap Perpres TKA belum diperlukan saat ini. Bamsoet mengatakan, Perpres yang diteken Presiden Jokowi ini hanyalah untuk menyederhanakan proses kualifikasi dan seleksi pekerja asing yang ingin bekerja di Indonesia.
Sebelumnya, wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan adanya Perpres 20/2018 telah salah arah, menurut Fadli kebijakan tersebut dinilai tak berpihak pada pekera lokal. (id/BI)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masukan komentar
Masukan nama anda disini