Risa yang sebelumnya dikenal sebagai novelis horor itu mengakui bahwa karya bertema bukan horor tapi cintan remaja ini merupakan yang pertama kalinya ia buat.

“Ini adalah novel romantis pertama saya dan saya memang belum menulis lagi sejak (membuat novel) Ananta Prahadi ini,” kata Risa.

Meski demikian Risa mengaku senang bisa keluar dari zona nyamannya di genre horor. “Buat saya ini surprise, karena saya itu kan udah identik dengan horor, dan ini memang mengejutkan karena karya saya dari tahun 2014 ini bisa diapresiasi dengan diangkat ke film,” ujarnya.

Risa juga mengakui jika ada rasa khawatir yang dirasakannya, mengenai apakah kesuksesan film ini akan mampu mengimbangi kesuksesan film-film yang diangkat dari novel-novel horornya, sebab adalah karya tulis pertamanya yang bertema cinta, untuk itu Risa mengaku menggunakan daya imaji yang jauh berbeda dengan karya-karya sebelumnya di genre horor tersebut.

“Saya deg-degan juga karena ini pembuktian buat saya, apakah akan berhasil atau tidak. Karena Ananta itu adalah buku paling saya suka dari semuanya,” kata Risa.

“Di sini saya bisa mengeluarkan semua emosi saya secara meledak-ledak. Bahkan pas saya baca novel saya itu saat pertama kali rampung, saya juga sempat nangis seakan lupa bahwa saya pernah menulis itu semua,” ujarnya. (Viva/ren)

                  

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masukan komentar
Masukan nama anda disini