Dikutip dari Kumparan.com, Diberitakan Tri Rismaharani Wali Kota Surabaya ikut mengecek langsung kondisi kediaman keluarga pengebom 3 gereja di Surabaya, Jawa Timur. Risma tak menyangka terduga teroris bisa berasal dari keluarga yang mampu.
“Terus terang, saya juga enggak mengira kehidupan yang mapan juga punya keinginan untuk melukai orang lain,” ucap Risma.

Risma menjelaskan, dari kasus-kasus terorisme sebelumnya, biasanya para terduga teroris berasal dari kalangan menengah ke bawah. Sehingga, ia cukup terkejut mengetahui keluarga Dita merupakan keluarga yang tinggal di kompleks perumahan berada.
“Tapi terus terang, yang surprise, ini tinggalnya di perumahan yang perekonomiannya bagus. Yang saya sedih itu. Biasanya kan kos-kosan,” lanjut Risma.
Untuk mengantisipasi itu, Risma mengatakan akan memperketat keamanan di Kota Surabaya. Ia menyebut akan bekerja sama dengan sejumlah instansi seperti Babinsa, Kelurahan, hingga Kecamatan untuk melakukan razia di seluruh sudut kota.
Tak hanya itu, Risma juga mengaku akan kembali membuat surat edaran ke tingkat RT dan RW untuk mengimbau warga agar selalu waspada dengan orang asing yang berkeliaran di lingkungan mereka.
“Kami perketat di RT dan RW. Saya buat edaran kalau ada orang dicurigai, dia harus menginformasikan kepada kita. Kita juga razia di beberapa tempat dengan Babinsa, keluraahan, dan kecamatan,” ucap dia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masukan komentar
Masukan nama anda disini