Motif Peledakan Gereja di Surabaya Versi Kapolri

0
24

Dirilis oleh Medcom.id, Kapolri Jenderal Tito Karnavian meyakini kelompok teroris di Surabaya, Jawa Timur, terafiliasi dengan ISIS. Mereka sengaja melakukan serangkaian peledakan di Tanah Air karena posisinya mulai terpojok.
“Terpojoknya ISIS karena serangan dari negara-negara barat, merupakan salah satu faktor pendorong teror dan peledakan bom di Tanah Air dari luar negeri,” kata Tito, di RS Bhayangkara Polda Jatim, Surabaya, Minggu, 13 Mei 2018.
Menurut Tito, ada sejumlah faktor yang mempengaruhi ‘kebangkitan’ sel-sel teroris. Aksi teroris di Surabaya, kata Tito, juga akibat tekanan yang didapat ISIS dari negara barat.
“Kemudian dalam keadaan terpojok, menyuruh semua sel yang di bawahnya untuk bergerak,” ujarnya.
Aatu keluarga pelaku teror bom tiga gereja di Surabaya merupakan sel dari Jamaah Anshar Daulah (JAD) Surabaya, yang berhubungan dengan ISIS. Pelaku bernama Dita Apriyanto pun diketahui sebagai pimpinan JAD Surabaya.
Menurut Tito, aksi di Surabaya juga dipengaruhi oleh sosok pemimpin JAD Indonesia, Aman Abdurrahman. Aman kini masih mendekam di Rutan Cabang Salemba yang berlokasi di Komplek Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.
“Mereka marah besar, karena pimpinan mereka kita tangkap,” kata Tito.
Polri-TNI Gelar Operasi Gabungan
Usai peristiwa teror di Surabaya, Polri, TNI, dan Badan Intelijen Negara (BIN) akan menggelar operasi gabungan di seluruh pelosok Tanah Air. Ini dilakukan untuk menyisir keberadaan teroris di Indonesia.
“Kami (Polri) bersmaa TNI, dan BIN akan bergerak merapatkan barisan untuk menggelar operasi gabungan memberantas teroris. Ini dilakukan untuk melakukan penangkapan kepada kelompok sel JAD dan JAT. Kita akan berusaha maksimal,” tegas Tito.
Mantan Kadensus 88 itu mengatakan, sejatinya kelompok JAD masih terbilang kecil. Ia pun meyakinkan negara tak bakal kalah. “Tapi kita harus bersatu padu, dan kami mohon dukungan semua pihak untuk memberantas teroris,” ucapnya.
Ledakan terjadi di tiga gereja di Surabaya, sekitar pukul 07.00 WIB, Minggu, 13 Mei 2018. Tiga gereja tersebut adalah, Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya Surabaya, GKI di Jalan Diponegoro, serta satu gereja di Jalan Arjuno Surabaya.
Akibat ledakan tersebut, sebanyak 13 orang meninggal, dan 43 orang mengalami luka-luka. Kini mereka tengah dirawat di sejumlah rumah sakit seperti di RSUD Dr Soetomo, RS William Boath, dan RS Bedah Surabaya dan lainnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masukan komentar
Masukan nama anda disini