ACP Tebar Jilbab Karena Muslimah Harus Berhijab

0
187

CAUSE WAY BAY, BI — Menutup aurat adalah satu perintah yang diturunkan langsung oleh Allah swt bagi muslimah. Al Quran dan Al-Hadis yang menyeru muslimah untuk berhijab. Tergerak turut mensyiarkan agamanya, grup wirausaha binaan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Hong Kong, Anggun Cinta Perdana (ACP), sejak 2015 menebarkan ratusan helai jilbab.

“Tujuan kami adalah syiar, dengan harapan semakin banyaknya muslimah yang sadar dengan hijab. Berhijab adalah satu perintah yang diturunkan langsung oleh Allah dalam Al Quran untuk muslimah. Dengan berpedoman pada firman Allah, maka kita bisa mengambil kesimpulan, bahwa perintah itu tidak main-main dan kelak kita akan dimintai pertanggungjawabannya secara langsung oleh Allah swt,” ujar jubir ACP, Ejah Suryatna, kepada Berita Indonesia, Selasa (29/5).

ACP melaksanakan hajatnya pada Minggu (27/5) pagi-siang, tepatnya pukul 10:00–12:00, dengan mengambil lokasi di sekitar bundaran air mancur, Victoria Park, Causeway Bay, Hong Kong.

Tebar hijab ACP itu mendapat respon positif dari berbagai kalangan. Tak hanya buruh migran Indonesia (BMI) Hong Kong, hadir pula WNI dari sektor swasta dan BUMN. Sekitar seratus orang menyambut dengan gembira dan turut serta menyukseskan program ACP ini.

Tebar hijab secara gratis kepada BMI Hong Kong yang tidak berhijab merupakan program tahunan ACP. Biasanya ada 300 helai ditebar pada sore hari menjelang waktu buka puasa, tetapi pada even ke-4 yang dikoordinatori Yann Morri itu hanya tebarkan 100 helai jilbab. Pasalnya, tak cukup waktu. Mereka harus meringkas rangkaian acaranya karena hampir semua anggota ACP hari itu juga menjadi panitia Ramadan Kareem bersama Bintang BRI.

Program tebar hijab sebenarnya tak hanya dilaksanakan oleh ACP. Ada juga beberapa komunitas muslim Indonesia, bahkan juga komunitas muslim Hong Kong, yang biasanya turut serta mengadakan acara yang sama.

“Alhamdulillah, ikut senang. Sekarang, teman-teman BMI banyak yang memakai jilbab dan tertutup auratnya pada hari libur. Mudah-mudahan ini peningkatan yang baik bagi orang muslim yang ada di Hong Kong. Kala Minggu, 75 persen di area Victoria Park sudah berjilbab. Salut dengan ACP!” ujar hadirin berinisial “S” kepada Berita Indonesia usai acara di Victoria Park, Minggu (27/5).

Selain tebar jilbab, ada sedikit tausiyah dari Ustaz Andri Darmawan Firdaus dari Indonesian Muslims Association in Hong Kong (IMAH). Ustaz Andri memberikan solusi tentang bagaimana caranya mengonsumsi makanan yang sesuai dengan syariat Islam. Intinya adalah makanan itu harus halal, baik, dan berkualitas.

ACP didirikan pada 25 Juni 2015 sebagai komunitas wirausaha yang dibentuk oleh BRI. Jumlah anggotanya 16 orang.

Anggun Cinta Perdana (ACP). Anggun diartikan sebagai “anak gunung”. Harapan dari pengambilan nama tersebut adalah agar anggota dari komunitas ACP menjadi wanita-wanita tangguh yang kuat di segala medan kehidupan sewaktu terjun ke dalam kehidupan bermasyarakat.

Komunitas yang dipimpin oleh Jumiati, atau lebih familiar dengan nama Jeng Ati ini bervisi menjadikan anggotanya sebagai pengusaha mikro yang tangguh dengan berpegang teguh pada ajaran Rasulullah Muhammad saw.

Para anggota pada angkatan pertamanya banyak yang telah kembali ke Tanah Air, maka kini digabung dengan ACP angkatan ke-2. Oleh sebab itu, namanya pun diubah menjadi ACP Wirausaha Mikro CINTA.

Satu misi ACP yang harus mereka emban adalah melakukan usaha yang selaras dan seimbang dengan mengutamakan sidik dan amanah dalam mencapai kesuksesan bersama anggota lainnya. 

Mereka telah sukses, dan ilmu dari BRI Mikronya telah menambah keberanian mereka untuk memulai berwirausaha di kampung halaman sesuai dengan harapannya, seperti yang dituturkan Yann Morri.

ACP sebagai komunitas replika orang Indonesia. Komunitas itu selama ini telah mempresentasikan kepribadian bangsa Indonesia yang bersemangat tinggi dalam belajar berwirausaha, menjunjung tinggi adat sopan-santun, saling membantu dan berbagi. (Argy. Fs)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masukan komentar
Masukan nama anda disini