Sudah bukan menjadi rahasia lagi, bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri sangat diimpikan sebagian besar masyarakat Indonesia, terutama masyarakat yang tinggal di daerah yang jauh dari perkotaan. Bermodalkan keterampilan dan keberanian mereka mengadu nasib di negara lain dengan harapan mendapatkan kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya. Namun waktu menjadi isu yang mau tidak mau akan datang dengan sendirinya. Masa produktif pekerja yang dibatasi oleh waktu harus dapat dipersiapkan sebaik-baiknya agar di hari tuanya kelak, pekerja tidak menjadi beban dan tetap dapat hidup mandiri dan sejahtera.

Hongkong merupakan salah satu negara destinasi distribusi PMI terbanyak, dimana terhitung bulan Januari 2018, terdapat sekitar 3880 Warga Negara Indonesia (WNI) bekerja di sana untuk menghidupi diri dan keluarga di kampung halaman. Dari survey yang dilakukan, sebanyak 87% PMI yang bekerja di Hongkong adalah pekerja perempuan, dimana 97% dari responden survey bekerja sebagai pekerja rumah tangga, dengan 76% berusia antara 21-40 tahun. Usia ini merupakan usia produktif bagi setiap pekerja untuk mempersiapkan masa tua yang sejahtera.

Namun pertanyaan besar yang masih tersisa adalah mengenai bagaimana para PMI mempersiapkan hari tua mereka yang sejahtera. Mayoritas dari responden survey menyatakan bahwa menabung menjadi solusi mereka dalam mempersiapkan masa tua mereka. Ketika ditanyai mengenai asuransi ataupun skema jaminan sosial, mayoritas dari mereka kurang memahami manfaat dari program yang ada, bahkan program dari pemerintah Indonesia sendiri.

Jaminan Sosial merupakan salah satu bentuk perwujudan perlindungan bagi seluruh Rakyat Indonesia yang diberikan oleh Negara. PMI sebagai WNI yang berada di luar negeri juga tidak luput dari perhatian pemerintah dengan mempersiapkan skema jaminan sosial yang baik bagi mereka. Meski para PMI bekerja di luar negeri, perlindungan atas risiko sosial yang bisa saja terjadi sudah diantisipasi oleh pemerintah dengan menyediakan suatu bentuk perlindungan agar para PMI beserta keluarga dapat menjalani aktifitas pekerjaan sehari-hari dengan tenang.

Perlindungan kepada para PMI ini dijamin oleh negara melalui Undang undang no 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, dan Undang undang no 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional yang menginstruksikan seluruh pekerja agar terlindungi dalam program jaminan sosial yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), yang dalam hal ini diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan, sesuai dengan mandat dari Undang undang No. 24 Tahun 2011.

Terhitung pada 1 Agustus 2017 yang lalu, perlindungan bagi PMI ini resmi dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan melalui 3 program, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKm) dan Jaminan Hari Tua (JHT). Namun di antara ketiga program tersebut, hanya 2 program yang dinyatakan wajib untuk diikuti oleh PMI, yaitu JKK dan JKm, sementara JHT bersifat opsional atau pilihan. Perlindungan yang diberikan bersifat perlindungan dasar dan akan diberikan kepada pekerja atau ahli waris yang sah.

JKK bagi PMI memiliki manfaat perlindungan atas risiko kecelakaan yang terjadi akibat pekerjaan atau yang berhubungan dengan pekerjaan sehingga menyebabkan kematian atau cacat pada diri PMI. Sementara JKm berfungsi sebagai proteksi atas risiko meninggal dunia diluar kecelakaan kerja.

Manfaat yang didapatkan jika pekerja terkena risiko kecelakaan kerja adalah pemberian dana santunan mencapai Rp100 juta atau perawatan dan pengobatan sampai sembuh, jika kecelakaan terjadi saat PMI masih dalam masa persiapan kerja di Indonesia. Perlindungan atas risiko hilangnya akal budi juga dikategorikan sebagai kasus kecelakaan kerja jika terjadi saat PMI bekerja luar negeri dan perlindungan PMI atas risiko JKK ini diberikan selama 24 jam. Manfaat tersebut dapat diperoleh hanya dengan membayar iuran sebesar Rp370 ribu yang dibayarkan saat PMI mendaftar pertama kali menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Program opsional bagi PMI yaitu JHT, yang berfungsi sebagai tabungan yang dapat diambil oleh PMI jika yang bersangkutan berhenti bekerja, atau dapat dilakukan juga oleh ahli waris yang bersangkutan jika pekerja meninggal dunia. Di Indonesia, program opsional ini merupakan program unggulan yang dapat dimanfaatkan oleh pekerja untuk dana tambahan usaha, atau sekedar dinikmati di hari tua.

Manfaat program JHT dapat dikatakan cukup besar, dengan hasil pengembangan rata-rata selalu di atas bunga deposito perbankan. Dana JHT yang terkumpul ini akan menjadi salah satu solusi saat pekerja sudah tidak produktif di masa tua, atau setelah berhenti dari pekerjaannya. Dengan iuran per bulannya mulai dari Rp105 ribu sampai dengan maksimal Rp600 ribu, peserta dapat menabung dan mendapatkan akumulasi iuran ditambah imbal hasil pengembangan yang cukup tinggi.

Berdasarkan hasil survey yang sama, pendapatan PMI di Hongkong berkisar antara 4000 hingga 4500 HKD, dimana dengan nilai tersebut, para PMI di Hongkong memiliki kesempatan besar untuk meniti kehidupan yang lebih baik. Hadirnya program JHT dari BPJS Ketenagakerjaan sebenarnya dapat menjadi solusi bagi PMI untuk memastikan masa tua yang lebih baik dengan memanfaatkan manfaat yang besar dari program tersebut. Program JHT ini bisa menjadi pilihan bagi para PMI, khususnya PMI Hongkong, sebagai persiapan masa depan yang lebih baik melalui skema tabungan.

Hal ini didasarkan pada faktor kesadaran PMI atas keinginan untuk menabung yang cukup tinggi. Hasil survey yang sama menyatakan, sekitar 31% PMI di Hongkong menyisihkan sebesar 2500-3000 HKD untuk ditabung di Bank. Sejalan dengan hal tersebut, 80% dari PMI juga menyisihkan pendapatan bulanan mereka untuk tabungan hari tua dan 85% menyisihkan gaji mereka untuk pendidikan anak di masa yang akan datang.

Selain manfaat dari program-program tersebut, manfaat tambahan lainnya adalah beasiswa bagi 1 orang anak pekerja yang akan diberikan jika pekerja mengalami risiko kecelakaan kerja hingga mengakibatkan kematian, baik saat persiapan kerja maupun saat di negara penempatan. Manfaat yang banyak ini diberikan kepada para PMI dengan tujuan agar seluruh pekerja Indonesia, mendapatkan perlindungan dasar yang terbaik dari pemerintah.

Kemudahan pendaftaran juga disediakan oleh BPJS Ketenagakerjaan dengan memberikan sistem pendaftaran online melalui aplikasi mobile BPJSTKU atau melalui situs resmi www.bpjsketenagakerjaan.go.id.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masukan komentar
Masukan nama anda disini