Selasa pagi, 24 Oktober 2017 yang lalu, kabar duka datang dari Penang, Malaysia, dimana terjadi kecelakaan bus yang mengangkut karyawan dari pabrik milik Sony dengan bus karyawan dari pabrik Plexus. Akibat kecelakaan tersebut, 8 orang meninggal dunia dan 33 orang lainnya mengalami luka-luka, dan berdasarkan informasi dari perwakilan KJRI di Penang, di antara para korban, terdapat beberapa PMI yang dinyatakan meninggal dunia.

Adalah Titik Kateningsih, Wami Windarsih, dan Faridah, PMI yang menjadi korban meninggal dunia. Ketiganya tercatat sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sebelum kejadian nahas tersebut terjadi.

Sudah menjadi kewajiban dari BPJS Ketenagakerjaan untuk langsung memberikan santunan kepada ahli waris para korban. Melalui Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jateng & DIY, Irum Ismantara, santunan diberikan kepada masing-masing ahli waris PMI. Mereka berhak atas santunan kematian karena kecelakaan kerja dari BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp85 juta ditambah dengan beasiswa bagi 1 orang anak PMI yang masih bersekolah. “Kami atas nama BPJS Ketenagakerjaan turut berbelasungkawa atas musibah yang menimpa PMI di Penang, Malaysia. Semoga keluarga yang ditinggalkan bisa tabah dan ikhlas dengan musibah ini”, ujar Irum.

Perlindungan yang resmi dilakukan BPJS Ketenagakerjaan pada 1 Agustus 2017 ini menjadi titik terang perlindungan pekerja, khususnya para PMI, baik yang sedang melakukan persiapan penempatan kerja, maupun yang telah bekerja di negara penempatan. Dengan terlindunginya para PMI dalam program BPJS Ketenagakerjaan, niat tulus negara dalam memberikan perlindungan menyeluruh bagi pekerja Indonesia dapat segera terwujud.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masukan komentar
Masukan nama anda disini