foto:Antara

BNPB atau Badan Nasional Penanggulangan Bencana memberikan keterangan tentang korban meninggal yang sudah ditemukan sebanyak 384 orang dunia akibat gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawaesi Tengah. jumplah ini baru bersifat sementara dan tim SAR dan relawat masih terus bekerja mencari korban tsunami yang terjadi kemarin petang tersebut.
Selain384 orang yang meninggal, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, sebanyak 540 orang mengalami luka-luka, 29 hilang dan ribuan rumah rusak di Kota Palu.
Sutopo juga menjelaskan jika korban-korban yang meninggal tersebut akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa Donggala dan Palu terjadi. Adapun jumlah korban hantaman tsunami banyak ditemukan di pantai-pantai.
“Korban meninggal sebagian besar karena gempa bumi tertimpa runtuhan bangunan. Sedangkan (korban) tsunami banyak ditemukan di pantai-pantai. Jumlah masih dalam pendataan,” jelasnya.
Tak hanya itu, Sutopo memprediksi jumlah korban akan terus bertambah.
Adapun jenazah dua orang korban saat ini berada di Rumah Sakit (RS) Woodward Palu, 10 jenazah di RS Budi Agung, 6 jenazah di RS Samartan Palu, dan 30 jenazah di RS Undata Palu.
Lebih lanjut, Sutopo menegaskan seluruh jumlah korban meninggal tersebut hanya di Kota Palu. Sementara untuk wilayah Donggala, pihaknya belum mendapat informasi mengenai jumlah korban ataupun jumlah kerusakan terkait. (id/bi)Update Gempa Palu
Data Sementara Ada 384 Orang Meninggal Dunia Dan 540 Luka – Luka
BNPB atau Badan Nasional Penanggulangan Bencana memberikan keterangan tentang korban meninggal yang sudah ditemukan sebanyak 384 orang dunia akibat gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawaesi Tengah. jumplah ini baru bersifat sementara dan tim SAR dan relawat masih terus bekerja mencari korban tsunami yang terjadi kemarin petang tersebut.
Selain384 orang yang meninggal, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, sebanyak 540 orang mengalami luka-luka, 29 hilang dan ribuan rumah rusak di Kota Palu.
Sutopo juga menjelaskan jika korban-korban yang meninggal tersebut akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa Donggala dan Palu terjadi. Adapun jumlah korban hantaman tsunami banyak ditemukan di pantai-pantai.
“Korban meninggal sebagian besar karena gempa bumi tertimpa runtuhan bangunan. Sedangkan (korban) tsunami banyak ditemukan di pantai-pantai. Jumlah masih dalam pendataan,” jelasnya.
Tak hanya itu, Sutopo memprediksi jumlah korban akan terus bertambah.
Adapun jenazah dua orang korban saat ini berada di Rumah Sakit (RS) Woodward Palu, 10 jenazah di RS Budi Agung, 6 jenazah di RS Samartan Palu, dan 30 jenazah di RS Undata Palu.
Lebih lanjut, Sutopo menegaskan seluruh jumlah korban meninggal tersebut hanya di Kota Palu. Sementara untuk wilayah Donggala, pihaknya belum mendapat informasi mengenai jumlah korban ataupun jumlah kerusakan terkait. (id/bi)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masukan komentar
Masukan nama anda disini