Rusia Sahabat China, Menolak Kerjasama dengan AS
Rusia terang-terangan menolak berpihak pada Amerika jika ada perang dunia ke 3

RUSIA, BI – Perseteruan China – AS dan berbagai pelangaaran terkait perbatasan China dan negara tetangga seperti India, Jepang, Indonesia, Vietnam, Australia dan lainnya membuat publik yakin perang dunia ke 3 akan meletus.
Fihak China menuding Amerika sengaja menyebar kebencian terhadap Negeri Tirai Bambu dengan semua tuduhan tak berdasar. Sementara pesawat jet perang milik China diterbangkan kesana – kemari di area perbatasan hingga Jepang dan Taiwan ikut memamerkan jet tempur mereka masing-masing.
Perseteruan antara China dan Amerika semakin meruncing, setelah pada 23 Juli 2020 lalu Menteri Luar Negeri Amerika, Mike Pompeo, menyerukan sejumlah negara untuk membentuk aliansi anti-China.
Bukan cuma itu, dalam pernyataannya Pompeo meminta Rusia untuk bergabung dengan Amerika untuk melawan China. Hal ini dilakukan Pompeo untuk mendesak China bergabung dengan sejumlah perjanjian senjata nuklir, dengan maksud melucuti kekuatan rudal balistik China.
Akan tetapi, permintaan Pompeo itu ditolak mentah oleh Rusia. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menegaskan bahwa China adalah mitra bagi Rusia.
“(China adalah) mitra kami. (Rusia dan China memiliki) hubungan kemitraan khusus,” ucap Peskov dikutip dari Xinhua News Agency.
Dikabarkan beberapa hari lalu Peskov juga memberikan pernyataan yang dengan gamblang menyebut bahwa hubungan Rusia dan Amerika tengah berada dalam titik terendah. Bukan cuma dalam hal hubungan bilateral, namun juga dalam urusan multilateral. Terutama, dalam masalah kontrol senjata nuklir.
“Hubungan kami (dan Amerika) masih berada pada titik terendah. Situasinya sangat buruk, baik dalam hal hubungan bilateral dan tanggung jawab kedua negara untuk urusan multilteral. Yang terutama, adalah masalah kontrol senjata dan stabilitas strategis,” ujar Peskov dikutip dari Kantor Berita Rusia, TASS. (id/bi)