Hong Kong

Mengajari dan Melatih Anak Untuk Berbagi

Mengajari anak untuk berbagi merupakan hal yang sangat dianjurkan

Hong Kong, BI – Membiarkan anak berkembang tanpa diajarkan berbagi mainan atau apapun terhadap teman dan sauadara bisa jadi kelak akan menjadi karakter yang buruk dan tidak terpuji.

Mengutip laman allodokter,  berbagi merupakan salah satu kebolehan yang penting untuk diajarkan pada anak sedini mungkin.

Dengan menguasai keterampilan untuk berbagi, anak akan menjadi pribadi yang tidak pelit, memiliki rasa kepedulian dan empati, dan mampu membangun hubungan yang baik dengan orang lain saat ia sudah dewasa.

Bunda sudah mulai bisa mengajarkan Si Kecil untuk berbagi sejak usianya menginjak 3 tahun. Awal mulanya mungkin terasa sulit karena Si Kecil akan mengutamakan keinginannya. Oleh karena itu, diperlukan kesabaran ekstra saat melatihnya.

Berikut ini adalah cara melatih anak untuk berbagi yang bisa Bunda terapkan:

  1. Pastikan anak tahu apa itu berbagi

Bunda bisa memulai dengan memperagakan seperti apa berbagi itu. Misalnya, pinjamlah salah satu mainan favoritnya. Ketika ia menolak, katakan padanya bahwa Bunda akan sangat senang jika mainan itu dipinjamkan. Katakan juga bahwa mainan itu akan dikembalikan kepadanya, dan untuk sementara waktu, ia bisa bermain dengan mainannya yang lain.

Setelah Si Kecil mengiyakan, tunggulah beberapa saat, kemudian tepatilah perkataan Bunda dengan mengembalikan mainan favoritnya. Katakan bahwa ia bisa bermain lagi dengan mainan tersebut. Dengan begitu, ia bisa mengerti bahwa berbagi tidak berarti ia kehilangan mainannya selamanya.

  1. Jadilah contoh yang baik untuk anak

Perlu Bunda ketahui, setiap anak biasanya akan meniru perbuatan atau sikap orang-orang di sekitarnya, terutama orang tuanya sendiri. Jadi, jika menginginkan Si Kecil untuk mau berbagi, Bunda juga perlu melakukan hal yang sama, ya.

Bunda bisa mencoba dengan sering menawarkan sesuatu kepada Si Kecil. Sebagai contoh, katakan kepadanya, “Bunda punya apel, nih. Kamu mau?” Dengan begitu, Si Kecil akan termotivasi untuk melakukan hal yang sama.

  1. Lakukan permainan dengan anak yang melibatkan sikap berbagi

Ada beberapa permainan yang bisa melatih anak untuk memiliki sikap berbagi, lho. Salah satunya adalah permainan balok susun kayu.

Bagi 2 kumpulan balok kayu secara acak untuk Bunda dan Si Kecil. Di tengah permainan, Bunda dan Si Kecil akan membutuhkan balok dengan bentuk tertentu dari satu sama lain. Jadi, otomatis kalian akan bertukar balok yang kalian miliki. Dengan begitu, Si Kecil bisa belajar berbagi dan saling membantu.

  1. Berikan pujian saat anak bisa berbagi

Saat Si Kecil mau berbagi mainan atau makanan favoritnya, pastikan Bunda atau anggota keluarga lain memberinya pujian atau ucapan terima kasih. Meski terlihat sepele, memuji apa yang anak lakukan akan membuatnya merasa berhasil mencapai sesuatu yang baik. Ini bisa membuat anak semakin mengerti makna dari berbagi.

  1. Jangan terlalu memaksa anak

Jangan memaksa atau bahkan memberi hukuman kepada Si Kecil jika dia belum mau berbagi, ya, Bun. Alih-alih menurut, terlalu memaksa atau memarahinya justru akan membuatnya lebih sulit memahami arti berbagi dan tidak mau melakukannya.

Perlu Bunda ingat bahwa melatih sikap berbagai pada anak tidak bisa dilakukan secara instan. Perlu waktu bagi anak untuk memahami dan bisa menerapkan hal tersebut. Jadi, cobalah untuk bersabar dan berbicara lembut kepada Si Kecil. Jika ia masih enggan untuk berbagi, Bunda bisa mencoba lagi di lain waktu. Bunda juga bisa melakukan konsultasi dengan psikolog anak.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Terkait

Lihat Juga Berita Ini :
Close
Back to top button
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x

AdBlock Terdeteksi!

Silahkan matikan / whitelist website ini jika anda menggunakan AdBlock Extension. Iklan dari website ini sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnis kami. Terima Kasih. - Please turn off / whitelist this website if you're using AdBlock Extension. Advertising from this website is vital for the sustainability of our business. Thank You.