Hong Kong

200 Personil Polisi dan Penjinak Bom Di Bandara

Hong Kong, BI – Teror bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, termasuk di wilayah Hong Kong. Oleh sebab itu pada jumat pagi [23/4] tim gabungan dari kepolisian, pemadam kebakaran dan keamanan dikerahkan untuk melakukan pelatihan dan latihan antiterorisme di Bandara Internasional Hong Kong.

Dalam latihan berskala besar tersebut tim melibtkan 200 personel polisi pemadam kebakaran dan keamanan untuk memperkuat respons kota terhadap serangan bom, perampok, penusuk dan tindakan terorisme berdasarkan pengalaman dari pemboman Brussel.

Unit polisi elit ‘Macan Terbang’, tim penjinak bom di antara mereka yang menangani penikam yang membabibuta, penjinak bpm/ bahan peleda. Aktivitas latihan tersebut memakan tempat hampir sepertiga dari aula keberangkatan bandara.

Dalam skenario latihan antiteros tersebut polisi menggunakan kode nama “Ironwill” dengan pola meniru serangan teroris tahun 2016 di Brussel.

Latihan dimulai tak lama setelah tengah malam dengan seorang peserta yang bertindak sebagai seorang musafir, ia melihat ada tas punggung yang tergelat tanpa dijaga orang  di aula keberangkatan bandara di Chek Lap Kok, karena rasa perdulinya musafiir tersebut berjalan melaporkan apa yang dilihatnya tadi.

Menindak lanjuti laporan tersebut fihak keamanan penerbangan dan polisi segera bertindak dan melakukan pengecekan terhadap tas tanpa tuan tersebut. Polisi mencurigai  adanya bahan peledak yang dicurigai, demikian seterusmya hingga latihan penjinakan bom dan pemadaman kebarkan. [bi]

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Terkait

Back to top button
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
Close

AdBlock Terdeteksi!

Silahkan matikan / whitelist website ini jika anda menggunakan AdBlock Extension. Iklan dari website ini sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnis kami. Terima Kasih. - Please turn off / whitelist this website if you're using AdBlock Extension. Advertising from this website is vital for the sustainability of our business. Thank You.