Bea Cukai Imbau Warga Tak Membawa Makananan Dari Luar Negeri
Bea Cukai akan meningkatkan tindakan penegakan hukum selama bulan Mei

Jakarta, BI [15/04] – Para pejabat pada hari Senin mendesak masyarakat untuk tidak membawa makanan yang diatur dari daratan Tiongkok dan luar negeri ke Hong Kong, dikawatirkan bisa menimbulkan risiko keamanan pangan dan melanggar hukum.
Dalam konferensi pers bersama Departemen Kebersihan Pangan dan Lingkungan, Departemen Bea dan Cukai mencatat terdapat 1.057 kasus impor barang yang diatur pada tahun lalu, setara dengan tahun 2019.
Petugas mengatakan ada hampir 400 kasus seperti itu dalam tiga bulan pertama tahun ini, dan menambahkan bahwa dalam sebagian besar kasus, para pelancong membawa daging dan telur segar untuk keperluan pribadi.
“Kami belum melihat peningkatan yang luar biasa dalam tren penyelundupan atau penumpang yang membawa makanan yang diatur peraturan pemerintah terkait. Namun kami pikir ada kebutuhan bagi kami untuk memberikan perhatian kepada masyarakat, sehingga mereka tidak akan membawa makanan yang diatur pada liburan Pekan Emas mendatang,” kata Komandan Divisi Tang Wai-pong.
Dia mencatat lebih banyak orang pergi ke utara untuk membeli bahan makanan dari supermarket di daratan.
“Ada kemungkinan mereka berpikir bahwa membeli makanan [yang diatur] dari supermarket akan mengurangi masalah keamanan pangan. Tapi itu tetap melanggar hukum,” ujarnya.
Tang mengatakan Bea Cukai akan meningkatkan tindakan penegakan hukum selama Pekan Emas bulan Mei karena diperkirakan akan ada lebih banyak pengunjung selama periode tersebut.[*]