KesehatanWanita

Memilih Pakaian Dalam Yang Sehat

Jakarta, BI [24/03] – Celana dalam standar berbahan katun adalah pilihan yang bagus, baik dari segi kenyamanan maupun kesehatan. Meski dari segi penampilan, celana dalam jenis ini memang terlihat lebih ketinggalan zaman, tapi celana dalam ini dapat mengurangi risiko terjadinya masalah kesehatan seperti infeksi jamur, yang ditandai dengan munculnya ruam di selangkangan.

Membicarakan jenis bahan dan tipe celana favorit tentunya akan berbeda-beda bagi setiap orang. Anda mungkin kurang menyukai katun karena celana berbahan tersebut membuat area bokong terlihat kurang mengagumkan. Bagaimanapun juga, jika Anda menginginkan variasi, berikut ini adalah tips yang perlu Anda ingat saat hendak membeli atau mengenakan celana dalam model lain:

Memilih Bahan yang Tepat

Hal penting untuk dipertimbangkan saat memilih pakaian dalam adalah bahan celana tersebut.

Celana Dalam Katun

Untuk penggunaan sehari-hari, tidak akan ada yang bisa mengalahkan kenyamanan katun. Bahan ini lembut, ringan, dan sangat nyaman. Bukan hanya itu, katun juga baik untuk kesehatan serta kebersihan organ intim Anda. Mengenakan celana dalam katun berarti membiarkan vagina Anda ‘bernapas’. Katun juga menyerap keringat yang ada, dan dengan demikian mencegah pertumbuhan jamur.

Nylon atau Bahan Sintesis

Jika ingin menggunakan celana dalam dari bahan nylon atau sintetis, pastikan bagian yang menutupi labia atau vagina terbuat dari katun yang dapat menyerap keringat.

Mengenakan Thong

Thong/g-string mengundang berbagai kontroversi dan pendapat. Ada yang mengatakan bahwa pakaian dalam model ini dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih, infeksi kandung kemih hingga dituduh menjadi salah satu penyebab wasir. Benarkah demikian? Hingga saat ini, ternyata belum terdapat penelitian yang akurat untuk memastikan pendapat ini.

Pemakaian Korset

Pemakaian korset khusus dipercaya dapat membantu dan menjaga bentuk tubuh agar tetap langsing dan ideal secara permanen. Namun nyatanya, tidak ada penelitian yang mendukung fakta tersebut secara ilmiah. Pemakaian korset yang terlalu ketat, bahkan pakai korset saat tidur justru berisiko menyebabkan beberapa masalah, seperti iritasi kulit karena penekanan terlalu kencang, penyakit asam lambung, memar, hingga bernapas terasa kurang nyaman.

Ganti jika Anda Berkeringat

Jika Anda sering berkeringat di bagian bawah atau setelah berolahraga, segeralah mengganti pakaian dalam Anda. Pakaian dalam yang basah adalah tempat favorit bakteri untuk berkembang biak.

Gunakan Celana Tidur yang Longgar

Hindari celana tidur (atau celana apa pun) yang terlalu ketat. Pakaian dalam yang terlalu ketat akan membuat organ intim panas serta lembap. Bahkan, sesekali Anda bisa mencoba tidur tanpa menggunakan celana dalam. Hal ini dapat membantu memperlancar sirkulasi udara dan mengurangi kelembapan di daerah intim Anda.

Rajin mengganti pakaian dalam dan menyesuaikan pakaian dalam Anda dengan aktivitas yang sedang dijalani akan memudahkan Anda bergerak dengan nyaman, sekaligus senantiasa menjaga kesehatan organ intim. [BI/allodr]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait

Lihat Juga Berita Ini :
Close
Back to top button

AdBlock Terdeteksi!

Silahkan matikan / whitelist website ini jika anda menggunakan AdBlock Extension. Iklan dari website ini sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnis kami. Terima Kasih. - Please turn off / whitelist this website if you're using AdBlock Extension. Advertising from this website is vital for the sustainability of our business. Thank You.