Update Korban Gempa Myanmar, 2.056 Kematian dan 3.900 Luka

Mandalay, BI [31/03] – Gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,9 skala Richter yang melanda Myanmar bagian tengah pada tanggal 28 Maret lalu mengakibatkan banyak korban jiwa dan kerusakan yang meluas, termasuk runtuhnya banyak bangunan di Thailand, di mana sebuah lokasi konstruksi di Bangkok juga mengalami kegagalan struktural, yang mengakibatkan lebih dari 2.000 laporan kerusakan properti.
Hingga tengah hari, otoritas penanggulangan bencana Myanmar mengonfirmasi bahwa gempa bumi tersebut telah mengakibatkan 2.056 kematian, sekitar 3.900 luka-luka, dan sekitar 270 orang dilaporkan hilang.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) memperkirakan jumlah korban tewas bisa melebihi 10.000, menjadikan gempa ini salah satu gempa terkuat yang melanda kawasan itu dalam satu abad. Sementara itu, Thailand telah mencatat 19 kematian, dengan 75 orang masih belum diketahui keberadaannya.
Laporan juga menunjukkan bahwa tiga warga negara Tiongkok tewas dan 14 lainnya mengalami luka-luka akibat gempa tersebut. Saksi mata dari para guru di Mandalay menggambarkan kekacauan itu saat anak-anak berteriak selama gempa, dengan seruan untuk upaya bantuan segera.
Di Thailand, jumlah korban tewas akibat runtuhnya lokasi konstruksi telah mencapai 12, dengan tim penyelamat terus mencari korban selamat. Saat negara itu berduka, Perdana Menteri Prayuth Chan-o-cha mengunjungi lokasi bencana, dan tanda-tanda kehidupan telah terdeteksi di antara puing-puing.
Sebagai bentuk solidaritas, Myanmar telah menyatakan 31 Maret hingga 6 April sebagai masa berkabung nasional, menurunkan bendera untuk menghormati para korban. Tim penyelamat Tiongkok telah berhasil mengevakuasi para korban dan terus memberikan bantuan setelah bencana tragis ini.[BI]