Topan Kajiki Menuju Vietnam, Lebih Dari 500.000 Orang Dievakuasi
Vietnam Airlines membatalkan setidaknya 22 rute penerbangan

Hanoi, BI [25/08] – Vietnam telah memerintahkan evakuasi lebih dari 586.000 orang saat Topan Kajiki mendekat, membawa angin kencang dan hujan lebat. Badai tersebut, yang saat ini menghasilkan angin berkecepatan 166 km/jam (103 mph), diperkirakan akan semakin intensif sebelum mencapai daratan Senin dini hari, menurut para ahli meteorologi.
Warga di provinsi-provinsi bagian tengah, termasuk Thanh Hoa, Quang Tri, Hue, dan Da Nang, telah diinstruksikan untuk meninggalkan rumah mereka. Pihak berwenang juga telah menghentikan penerbangan, dengan Vietnam Airlines membatalkan setidaknya 22 rute, dan semua kapal telah diperintahkan untuk tetap berada di darat.
Topan Kajiki, yang telah menghantam Pulau Hainan di Tiongkok dengan hujan deras hingga 320 mm (12,6 inci), diperkirakan akan menimbulkan kondisi yang lebih parah di Vietnam. Negara ini bersiap menghadapi angin berkecepatan hingga 200 km/jam dan curah hujan antara 300-400 mm, disertai gelombang badai setinggi 2-4 meter (6,6-13 kaki).
Para pejabat telah mengimbau warga yang berada di jalur badai untuk tetap berada di dalam rumah setelah pukul 14.00 GMT pada hari Minggu karena situasi semakin berbahaya. Tentara telah dikerahkan untuk membantu persiapan dan evakuasi. Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup Vietnam telah memperingatkan bahwa badai tersebut menimbulkan ancaman serius terhadap infrastruktur, termasuk kapal penangkap ikan, fasilitas akuakultur, dan kawasan wisata.
Badai ini telah dibandingkan dengan Topan Yagi, yang meluluhlantakkan Asia Tenggara pada bulan September tahun lalu, merenggut ratusan nyawa, termasuk 300 korban jiwa di Vietnam. Pihak berwenang khawatir Kajiki dapat menimbulkan konsekuensi bencana serupa jika tindakan pencegahan tidak dilakukan.
Kedatangan Kajiki menggarisbawahi kerentanan Asia Tenggara terhadap peristiwa cuaca ekstrem, yang semakin sering terjadi dan parah dalam beberapa tahun terakhir. Saat Vietnam bersiap menghadapi dampak badai, negara-negara tetangga juga memantau lintasan badai dengan cermat untuk antisipasi.[BI]



