Lifestyle

Kebiasaan Scroll Sosial Media Bisa Merusak Mental

Jakarta, BI [21/10] – Pernahkah kamu membuka ponsel hanya untuk “cek sebentar”, lalu tanpa sadar sudah scrolling selama satu jam? Setelah itu kamu kamu mungkin akan merasakan kepala terasa berat, pikiran lelah, dan hati tidak tenang.

Jika kamu pernah mengalaminya, itulah dia yang disebut doomscrolling, atau kebiasaan scrolling/menggulir media sosial tanpa henti yang bisa perlahan menguras energi mental dan emosionalmu.

Menurut penjelasan dalam salah satu video mengenai doomscrolling di kanal Youtube psikologi populer yaitu Psych2Go, fenomena scrolling sosial media tanpa henti bukan sekadar hal sepele. Bagi banyak orang, terutama Generasi Z, Milenial, dan Gen Alpha, doomscrolling sudah menjadi kebiasaan harian yang sulit dihentikan. Padahal punya dampak yang jauh lebih jahat dari yang kita kira.

Lalu, apa yang sebenarnya terjadi pada otak, tubuh, dan emosi kita saat doomscrolling menjadi rutinitas sehari-hari? Berikut penjelasannya, yuk baca hingga akhir!

Apa Itu Doomscrolling?

Sederhananya, doomscrolling adalah kebiasaan scrolling atau mengonsumsi konten secara berlebihan di sosial media. Kamu seakan terjebak pada dunia digital karena terbuai dengan suguhan konten-konten yang tak ada habisnya. Mulai dari TikTok, YouTube, Instagram Reels dan lain-lain.

Mungkin jika yang ditonton hal-hal yang bermanfaat misalnya untuk belajar atau mendengarkan podcast yang punya value tertentu, bermain sosmed menjadi lebih sehat. Masalahnya, doomscrolling yang kita alami sekarang, malah jauh dari pengetahuan, melainkan hanya sekadar video receh yang tidak punya manfaat atau bahkan menyebarkan informasi hoaks.

Lalu apa saja dampak buruk dari doomscrolling untuk otakmu, mentalmu, dan kehidupanmu? 

1. Menyebabkan Kelelahan Emosional 

Bahaya utama doomscrolling bukan hanya isi kontennya, tapi efek kelelahan emosional pasif. Video demi video membuat otakmu terus menyesuaikan diri dengan perubahan emosi yang ekstrem. Seperti tertawa, sedih, iri, takut, dan bahagia, semuanya terjadi dalam hitungan detik.

Ketika hal ini menjadi rutinitas, keseimbangan emosionalmu mulai terganggu. Kebahagiaan terasa datar, hal-hal kecil terasa berat, dan kesedihan bertahan lebih lama dari seharusnya.

Otak yang terbiasa dengan stimulasi konstan juga membuat ketenangan terasa membosankan. Hening menjadi tidak nyaman, dan kamu mulai kehilangan kemampuan untuk benar-benar beristirahat secara emosional.

2. Otakmu Mulai Lelah dan Sulit Fokus

Pernahkah kamu membuka aplikasi lalu lupa untuk apa? Atau merasa tidak ingat apa yang baru saja kamu tonton? Itu tanda kelelahan kognitif (cognitive fatigue) yaitu kondisi ketika otakmu kewalahan oleh terlalu banyak informasi emosional.

Sebuah studi dari Computers in Human Behavior Reports (2023) menemukan bahwa paparan konten emosional yang intens secara terus-menerus bisa menyebabkan kelebihan beban kognitif (cognitive overload). Dampaknya, otak kesulitan memfilter informasi penting, fokus menurun, daya ingat memburuk, dan kecemasan meningkat.

Jika hal ini berlangsung lama, kemampuan berpikir kritis ikut menurun. Kamu makin sulit membedakan mana informasi yang benar-benar penting, dan semakin terjebak dalam scrolling tanpa akhir.

3. Tubuhmu Akan Ikut Terpengaruh

Meskipun doomscrolling tampak seperti aktivitas pasif, tubuhmu bereaksi seolah sedang menghadapi ancaman nyata.Paparan berita negatif, drama, atau konflik online terus-menerus membuat sistem sarafmu aktif dalam mode “fight-or-flight”.

Menurut penelitian di PLOS ONE, stres digital yang terjadi berulang kali bisa memicu gangguan tidur, sakit kepala, masalah pencernaan, dan penurunan imunitas tubuh.

Akibatnya, meski kamu tidak bergerak seharian, tubuh tetap kelelahan. Kamu bisa merasa capek sepanjang waktu, lebih sering sakit, atau bangun tidur tanpa rasa segar sama sekali.

4. Produktivitas dan Kreativitas Akan Turun Drastis

Berapa kali kamu mungkin berfikir tidak apa-apa “scroll sebentar aja” tapi akhirnya 30 menit hilang begitu saja? Kebiasaan kecil ini bisa berdampak besar dalam jangka panjang.

Penelitian tahun 2024 di Computers in Human Behavior menemukan bahwa orang yang sering doomscroll di tempat kerja cenderung memiliki motivasi dan kepuasan kerja yang lebih rendah, serta mengalami kelelahan mental lebih tinggi.

Selain itu, doomscrolling menghapus momen hening yang dibutuhkan otak untuk berimajinasi dan berkreasi. Tanpa ruang kosong dalam pikiran, kamu kehilangan kesempatan untuk menemukan ide baru atau merenung dengan tenang.

5. Pandangan Hidup Jadi Lebih Gelap

Dampak paling berbahaya dari doomscrolling adalah perubahan cara pandang terhadap dunia. Paparan konten negatif yang terus-menerus membuat otak terbiasa dengan pesimisme.

Studi di Computers in Human Behavior Reports terhadap 800 mahasiswa dari AS dan Iran menemukan bahwa terlalu sering melihat konten negatif bisa meningkatkan kecemasan eksistensial dan membuat pandangan hidup lebih suram.

Kamu mulai merasa dunia selalu buruk, kehilangan harapan, dan sulit percaya bahwa hal baik bisa terjadi. Tanpa sadar, doomscrolling membuat kamu semakin sinis dan terputus dari rasa optimis terhadap masa depan. Sangat mengerikan.

Bagaimana Cara Menghentikan Doomscrolling?

Kabar baiknya, doomscrolling sangat bisa kamu hindari dengan melakukan beberapa langkah kecil ini: 

  1. Mulai mengatur timer 10 menit setiap kali kamu mulai scroll.
  2. Mute atau unfollow akun yang membuatmu cemas atau merasa tidak cukup dengan diri sendiri.
  3. Isi feed-mu dengan akun yang memberi semangat, inspirasi, atau edukasi positif.
  4. Coba lakukan aktivitas tanpa layar seperti membaca buku, memasak, menggambar, atau bermain puzzle.
  5. Kuncinya adalah menemukan kembali keseimbangan antara koneksi digital dan kedamaian mental.

Sebagai penutup, di era digital seperti sekarang, sulit sekali lepas sepenuhnya dari media sosial. Tapi kamu tetap punya pilihan, apakah ingin terus tenggelam dalam arus konten yang tak pernah berhenti, atau mulai menciptakan ruang bagi pikiran dan hati untuk tenang.

Ingat, otakmu butuh istirahat, dan emosimu butuh ruang. Dunia maya mungkin seru, tapi ketenanganmu jauh lebih berharga. [*]

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Most Voted
Newest Oldest
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Terkait

Back to top button

AdBlock Terdeteksi!

Silahkan matikan / whitelist website ini jika anda menggunakan AdBlock Extension. Iklan dari website ini sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnis kami. Terima Kasih. - Please turn off / whitelist this website if you're using AdBlock Extension. Advertising from this website is vital for the sustainability of our business. Thank You.