Daerah

Program Hijau Manise Jadikan Desa di Sumba Timur Naik Status

NTT, BI [09/10] – Desa Patawang di Kabupaten Sumba TimurNusa Tenggara Timur, kini berstatus desa mandiri. Tiga tahun mereka menjalankan program pemberdayaan berbasis lingkungan, Hijau Manise.

Program ini dinilai berhasil meningkatkan kemandirian ekonomi warga serta memperbaiki kondisi sosial dan lingkungan desa. Ketua Umum Indonesia Social Sustainability Forum (ISSF) Sudarmanto mengatakan, status baru Patawang menandai perubahan signifikan dalam indeks pembangunan desa di kawasan timur Indonesia.

“Pada 2022, Patawang masih berstatus desa berkembang. Kini menjadi satu-satunya desa mandiri di Sumba Timur,” ujar Sudarmanto dalam laporan penghargaan CSR dan Pengembangan Desa Berkelanjutan (PDB) Awards 2025.

Program Hijau Manise awalnya berfokus pada penghijauan dan konservasi lahan kering di Sumba Timur. Namun kegiatan itu kemudian berkembang menjadi gerakan ekonomi lokal yang melibatkan masyarakat desa, sekolah, dan kelompok usaha mikro.

Sejumlah inisiatif dijalankan, seperti pembentukan UMKM Kube Maukawini di Desa Lambakara, pengembangan agrowisata Patawang, serta kerja sama dengan aparat TNI dan Polri untuk edukasi lingkungan dan keamanan kawasan.

“Melalui agrowisata, warga tidak hanya menjaga kelestarian alam, tapi juga mendapatkan tambahan pendapatan dari hasil kebun dan wisata,” kata Yulius, salah satu warga yang terlibat dalam program.

Keberhasilan program tersebut mendapat pengakuan nasional. PT Muria Sumba Manis (MSM), mitra utama dalam program Hijau Manise, meraih Gold Award dalam ajang CSR & PDB Awards 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa PDTT dan ISSF.

Menteri Desa Yandri Susanto mengatakan, keberhasilan Patawang menunjukkan pentingnya sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha dalam membangun desa.

“Pembangunan desa tidak bisa berjalan sendiri. Perlu kolaborasi agar masyarakat memiliki kemandirian ekonomi dan kesadaran lingkungan,” ucap Yandri.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, yang membuka acara penghargaan, menekankan bahwa perubahan di tingkat desa harus dimulai dari perubahan cara berpikir. “Untuk menjadi desa maju dibutuhkan kemauan belajar dan kerja sama lintas pihak,” kata Zulhas.

Tim penilai CSR & PDB Awards menilai program Hijau Manise layak menjadi model pemberdayaan desa berkelanjutan. Sebab, berhasil menjaga konsistensi program dan keterlibatan masyarakat.

Proses verifikasi lapangan menunjukkan bahwa kegiatan tidak berhenti di seremoni, melainkan dijalankan terus-menerus oleh warga.

Komisaris MSM, Raphael R. Susanto mengatakan, keberhasilan ini menjadi dorongan untuk memperluas cakupan program ke wilayah lain di Sumba Timur.

“Keberlanjutan hanya bisa terwujud jika masyarakat ikut berperan aktif dan merasakan manfaatnya secara langsung,” ujar Raphael.

Kini, Patawang menjadi satu-satunya desa mandiri di Kabupaten Sumba Timur dengan peningkatan ekonomi, pendidikan, dan partisipasi masyarakat yang signifikan. Pemerintah daerah menilai model seperti ini bisa direplikasi di desa lain, terutama di kawasan yang masih tertinggal. [BI]

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Most Voted
Newest Oldest
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Terkait

Back to top button

AdBlock Terdeteksi!

Silahkan matikan / whitelist website ini jika anda menggunakan AdBlock Extension. Iklan dari website ini sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnis kami. Terima Kasih. - Please turn off / whitelist this website if you're using AdBlock Extension. Advertising from this website is vital for the sustainability of our business. Thank You.