Dialog Dengan Wamen Dengan Semangat Pekerja Migran Naik Kelas

Hong Kong, BI [09/11] – Dialog bersama akil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Bapak Zulfikar Ahmad Tawalla digelar pada hari Minggu, 26 Oktober. Bertempat di lantai 2, ruang ramayana KJRI-HK. Konsulat Jenderal Republik Indonesia HK dan Macau dengan tamu undangan sekitar 70 orang.
Dalam acara tersebut juga hadir hadir Konjen RI -HK, Bapak Yul Edison beserta para staff, perwakilan BUMN dan Diaspora.


Kunjungan kerja Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla, ke Hong Kong (24–27 Oktober 2025) menjadi langkah nyata memperkuat kolaborasi antara Indonesia dan Hong Kong dalam perlindungan lebih dari 161.000 Pekerja Migran Indonesia di Hong Kong.
Sebagai kementerian baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian P2MI hadir dengan mandat utama yaitu penempatan dan pelindungan PMI secara lebih kuat, transparan, dan berkeadilan. Implementasi Permen P2MI No.17/2025 menjadi tonggak penting menghapus pembebanan ganda biaya penempatan dan memastikan kepastian hukum bagi seluruh PMI.
Kabar baiknya untuk para PMI di Hong Kong. Pemerintah juga menegaskan arah transformasi besar: dari pekerja domestik menuju Pekerja Migran semi-terampil dan terampil, membuka peluang bagi sektor perawat, caregiver, hingga pariwisata. Harapannya, Hong Kong menjadi mitra strategis dalam membuka ruang kerja yang lebih profesional dan bermartabat bagi PMI.
Selain peningkatan kesejahteraan dan hak dasar seperti upah layak, kebebasan beribadah, serta jam istirahat yang manusiawi, Indonesia juga mendorong penguatan mekanisme hukum agar PMI yang berkasus tetap mendapat perlindungan dan kesempatan hidup yang layak selama proses berjalan.
Dialog yang dimulai pukul 10:30-14:00 ini juga diisi dengan tanya jawab antara Wamen dengan peserta yang sebagian besar perwakilan dari komunitas pekerja migran Indonesia.
Di akhir acara diserahkan petisidari PMI yang diwakili oleh IMWU (Sutari) kepada Wamen Dzulfikar Ahmad Tawalla S.Pd., M.Ikom.
Kolaborasi Indonesia – Hong Kong terus diperkuat dengan semangat: “Dari Domestik Menuju Terampil. Pekerja Migran Naik Kelas, Negara Naik Martabat.”(esti)



