Internasional

Jepang Siap Perang Dengan Beruang, Polisi Disiagakan Dengan Senjata

Tokyo, BI [10/11] – Jepang akan mengizinkan polisi anti huru hara menembak beruang dengan senapan dalam revisi undang-undang senjata api yang ketat yang diumumkan pada hari Kamis [07/11], seiring dengan upaya pihak berwenang dalam memerangi rekor jumlah serangan fatal.

Beruang telah membunuh 13 orang sejak 1 April, lebih dari dua kali lipat rekor tahunan sebelumnya, seiring hewan-hewan tersebut semakin jauh dari habitat mereka. Peningkatan serangan ini secara tidak langsung disebabkan oleh perubahan iklim, penurunan populasi manusia, dan faktor-faktor lainnya.

Revisi ini muncul setelah laporan media menyebutkan bahwa pistol yang dikeluarkan untuk polisi reguler Jepang memiliki kegunaan terbatas terhadap beruang karena senjata tersebut tidak cukup kuat untuk membunuh mereka.

Polisi anti huru hara yang dipersenjatai senapan kini akan dikerahkan ke wilayah utara Iwate dan Akita, tempat sebagian besar serangan terjadi, kata Badan Kepolisian Nasional (NPA).

Mereka akan menerima panduan tentang kebiasaan beruang di sana dari asosiasi pemburu lokal sebelum memulai operasi pada 13 November, kata NPA dalam sebuah pernyataan.

Perubahan ini terjadi sehari setelah Jepang mulai mengerahkan tentara ke wilayah tersebut, meskipun pasukan tersebut tidak akan membawa senjata api atau memburu beruang.

Dilengkapi dengan semprotan anti-beruang, alat pelindung diri, dan peluncur jaring, tugas utama mereka adalah mengangkut perangkap yang digunakan untuk menangkap hewan-hewan tersebut.

Pemerintah Perdana Menteri baru Sanae Takaichi juga sedang berupaya keras untuk merancang paket kebijakan khusus guna mengatasi krisis ini.

Para ilmuwan mengatakan bahwa jumlah beruang telah meningkat di Jepang dalam beberapa tahun terakhir berkat melimpahnya makanan seperti biji ek, rusa, dan babi hutan akibat pemanasan iklim.

Depopulasi di pedesaan juga telah mengaburkan batas tradisional antara kota dan habitat beruang, yang mendorong beruang untuk memperluas habitat mereka ke wilayah pemukiman, menurut para peneliti. [AFP/BI]

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Most Voted
Newest Oldest
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Terkait

Back to top button

AdBlock Terdeteksi!

Silahkan matikan / whitelist website ini jika anda menggunakan AdBlock Extension. Iklan dari website ini sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnis kami. Terima Kasih. - Please turn off / whitelist this website if you're using AdBlock Extension. Advertising from this website is vital for the sustainability of our business. Thank You.