Kesehatan

Benarkah Minum Susu Dapat Menghilangkan Rasa Pedas

Jakarta, BI [26/12] Meskipun banyak orang yang suka dengan makanan pedas, tetapi ada kalanya sensasi tersebut ingin segera dihilangkan. Mengonsumsi makanan pedas berlebihan dapat menyebabkan rasa panas dan terbakar pada mulut yang tidak nyaman, serta memicu sakit perut.

Salah satu cara yang diyakini dapat mengatasi sensasi pedas adalah dengan minum susu. Dikutip dari HelloSehat, hal ini terjadi berkat kandungan protein dalam susu yaitu kasein, zat ini dipercaya mampu membantu mengurangi sensasi pedas di mulut.

Kasein bekerja dengan memecah dan mengikat capsaicin pada cabai, sehingga saat susu diminum molekul capsaicin dapat dibersihkan dari area mulut. Oleh karena itu, untuk membantu meredakan sensasi panas dan terbakar di mulut akibat makanan pedas, sebaiknya pilih produk susu yang mengandung protein kasein.

Beberapa pilihan yang dapat dikonsumsi antara lain susu sapi, yogurt, keju cottage, serta krim asam atau sour cream. Kandungan kasein dalam produk-produk tersebut berperan membantu mengikat dan membersihkan capsaicin, sehingga rasa pedas dapat berkurang lebih cepat.

Manfaat Capsaicin untuk Tubuh

Capsaicin adalah sumber senyawa yang menyebabkan sensasi pedas di lidah saat kita mengonsumsinya. Meski begitu, senyawa ini juga memiliki beberapa manfaat lain terhadap tubuh.

Berkat beragam efek yang dimilikinya, capsaicin banyak digunakan dalam bidang kesehatan sebagai terapi pendukung dalam menangani beberapa masalah kesehatan. Dikutip dari Alodokter, salah satu kondisi yang dapat terbantu akibat konsumsi capsaicin adalah ketika pilek atau flu.

Saat sedang pilek, mengonsumsi makanan pedas sering kali membuat napas terasa lebih lega. Hal ini terjadi karena capsaicin dapat membantu mengurangi pembengkakan di saluran hidung sekaligus merangsang pengeluaran lendir, sehingga hidung terasa lebih terbuka.

Selain itu, capsaicin juga diketahui berperan dalam mendukung sistem kekebalan tubuh, sehingga bermanfaat dalam membantu meredakan pilek akibat flu. Namun, konsumsi capsaicin tetap perlu untuk dibatasi agar tidak menyebabkan dampak negatif bagi tubuh. (*)

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Most Voted
Newest Oldest
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Terkait

Lihat Juga Berita Ini :
Close
Back to top button

AdBlock Terdeteksi!

Silahkan matikan / whitelist website ini jika anda menggunakan AdBlock Extension. Iklan dari website ini sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnis kami. Terima Kasih. - Please turn off / whitelist this website if you're using AdBlock Extension. Advertising from this website is vital for the sustainability of our business. Thank You.