Kecelakaan Kereta Api Thailand: Gerbong Terbelah, Derek Ambruk, 22 Orang Tewas
Puluhan dilaporkan luka-luka

Bangkok, BI [15/01] – Sebuah kereta penumpang yang berangkat dari Bangkok menuju Ubon Ratchathani tergelincir dan terbakar setelah menabrak derek konstruksi yang ambruk di Nakhon Ratchasima pada Rabu pagi, menyebabkan sedikitnya 22 orang tewas dan 55 luka-luka, menurut laporan setempat.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.05 di distrik Sikhio, membuat petugas penyelamat bergegas ke lokasi kejadian dengan alat pemotong hidrolik untuk membebaskan mereka yang terjebak di reruntuhan logam.
Pihak berwenang mengatakan 195 orang berada di dalam kereta berdasarkan denah tempat duduk, meskipun jumlah pastinya mungkin berbeda.
Polisi kemudian mengkonfirmasi jumlah korban tewas sebanyak 22 orang, dengan total 79 orang luka-luka dan beberapa dalam kondisi kritis. Gambar yang dirilis oleh Perusahaan Kereta Api Negara Thailand menunjukkan gerbong-gerbong yang terbalik hancur di bawah balok konstruksi dan kerumunan orang berkumpul saat petugas penyelamat bekerja dengan tergesa-gesa di antara reruntuhan.
Saksi mata menggambarkan benturan yang dahsyat diikuti oleh ledakan. Seorang warga setempat, Mitr Intrpanya, mengatakan derek tersebut tampaknya menabrak bagian tengah gerbong kedua, “membelahnya menjadi dua.”
Kekuatan benturan menyebabkan beberapa gerbong terbalik dan sempat terbakar, sehingga mempersulit upaya penyelamatan.
Wakil Perdana Menteri dan Menteri Perhubungan Phiphat Ratchakitprakarn berjanji akan melakukan penyelidikan yang transparan dan komprehensif serta menginstruksikan lembaga-lembaga terkait untuk memverifikasi korban jiwa dan memantau korban luka dengan cermat.
Ia mengatakan keluarga staf kereta api yang meninggal akan menerima kompensasi. Gubernur Perusahaan Kereta Api Negara Thailand telah ditugaskan untuk melakukan investigasi menyeluruh guna menentukan bagaimana derek tersebut roboh menimpa kereta yang sedang bergerak dan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Derek tersebut merupakan bagian dari konstruksi jalur kereta api kecepatan menengah yang telah berulang kali mengalami penundaan. Meskipun sebagian besar dibiayai oleh Thailand, jalur tersebut bermaksud menggunakan teknologi dan sarana perkeretaapian Tiongkok dan dipandang sebagai penghubung strategis antara Yunnan dan Teluk Thailand.
Rumah sakit di provinsi tersebut merawat para korban selamat sementara para insinyur dan penyelidik memeriksa lokasi kejadian. Dengan urutan pasti kegagalan yang masih dalam penyelidikan, tragedi ini telah kembali memicu pengawasan terhadap protokol keselamatan pada pekerjaan infrastruktur utama yang berada di sepanjang koridor kereta api aktif. [BI]



