Kenapa Bibir Terasa Tebal dan Kebas

Jakarta, BI [09/01] – Bibir yang terasa tebal dapat dipicu oleh beragam penyebab, mulai dari reaksi alergi, iritasi, gigitan serangga, infeksi, hingga gangguan saraf. Selain rasa kebas dan tebal, kondisi ini juga bisa disertai gejala lainnya, seperti kesemutan, mati rasa, nyeri, kemerahan, atau perubahan warna bibir.
Berikut ini adalah beberapa penyebab yang perlu Anda ketahui:
1. Alergi
Bibir terasa tebal dan kebas sering terjadi akibat reaksi alergi, misalnya setelah mengonsumsi makanan tertentu, menggunakan produk bibir, atau efek samping obat-obatan.
Reaksi ini memicu pelepasan histamin yang menyebabkan pembuluh darah melebar dan jaringan bibir membengkak. Akibatnya, bibir terasa tebal, kebas, kesemutan, bahkan gatal. Pada beberapa orang, reaksi alergi juga dapat membuat bibir tampak kemerahan dan terasa panas.
2. Iritasi
Iritasi pada bibir bisa disebabkan oleh makanan pedas, asam, panas, asap rokok, atau bahan kimia tertentu. Saat bibir teriritasi, lapisan pelindungnya menjadi rusak sehingga saraf di dalamnya lebih sensitif. Kondisi inilah yang membuat bibir terasa tebal dan kebas.
Namun, tidak perlu khawatir, karena keluhan ini umumnya akan membaik setelah paparan penyebab iritasi dihentikan.
3. Luka pada bibir
Luka pada bibir akibat tergigit, terbentur, atau bibir pecah-pecah dapat merusak jaringan di sekitar bibir. Kondisi ini mengakibatkan pembengkakan dan perubahan sensasi pada bibir, sehingga bibir terasa tebal dan kebas.
Selain itu, proses penyembuhan luka juga bisa memengaruhi saraf-saraf di sekitar bibir yang membuat sensasi kebas semakin terasa.
4. Gigitan serangga
Gigitan serangga pada bibir tidak hanya menyebabkan bengkak, tetapi juga dapat menimbulkan sensasi tebal dan kebas. Hal ini terjadi karena racun atau zat yang disuntikkan serangga memicu reaksi peradangan lokal dan memengaruhi saraf di area bibir.
Anda tidak perlu cemas ya. Soalnya, bibir terasa tebal dan kebas biasanya akan membaik seiring waktu kok.
5. Infeksi
Infeksi pada bibir, seperti herpes bibir, sariawan, atau infeksi bakteri, dapat menyebabkan peradangan dan pembengkakan. Peradangan ini bisa menekan saraf-saraf halus di sekitar bibir sehingga menimbulkan sensasi kebas, kesemutan, nyeri, dan membuat bibir terasa lebih tebal.
Selain itu, infeksi pada bibir juga sering disertai tanda lain, seperti munculnya lepuhan berisi cairan, luka yang perih, bibir tampak kemerahan, hingga rasa panas atau berdenyut. Oleh karena itu, kondisi ini perlu segera ditangani agar tidak semakin parah.
6. Gangguan saraf
Gangguan saraf pada wajah atau mulut dapat langsung memengaruhi sensasi di bibir. Jika saraf mengalami tekanan, peradangan, atau kerusakan, sinyal rasa ke otak menjadi terganggu. Akibatnya, bibir bisa terasa tebal dan kebas, mati rasa, serta kesemutan.
7. Kekurangan vitamin dan mineral
Bibir terasa tebal dan kebas juga bisa menjadi tanda kekurangan vitamin dan mineral tertentu, seperti vitamin B12, vitamin B6, atau zat besi. Nutrisi-nutrisi ini penting untuk menjaga kesehatan saraf dan jaringan tubuh.
Nah, apabila asupannya kurang, fungsi saraf di sekitar bibir bisa terganggu sehingga timbul sensasi tebal dan kebas.
8. Gangguan sirkulasi darah
Gangguan sirkulasi darah menyebabkan aliran darah ke bibir tidak lancar. Ketika pasokan oksigen dan nutrisi berkurang, saraf di bibir tidak bekerja dengan baik. Hal ini dapat menimbulkan rasa kebas, bibir tampak lebih tebal, terasa dingin, pucat, atau bahkan tampak kebiruan.[BI]



