Penipuan SMS Yang Mengatasnamakan Bank of China Hong Kong
Pesan apa pun tanpa awalan "#" harus dianggap mencurigakan

Hong Kong, BI [10/01] – Polisi Hong Kong memperingatkan bahwa para penipu menyamar sebagai Bank of China (Hong Kong) melalui pesan SMS palsu, menipu orang untuk mengungkapkan detail bank dan menyebabkan kerugian hingga HK$1 juta.
Pusat Koordinasi Anti-Penipuan mengatakan korban baru-baru ini menerima pesan yang mengklaim langganan “BOCHK Life” mereka telah berakhir dan biaya bulanan akan langsung dipotong. Pesan-pesan tersebut mendesak penerima untuk menghubungi nomor tertentu.
Penelepon kemudian menyamar sebagai staf UnionPay yang menawarkan untuk membatalkan pemotongan tersebut.
Mereka menginstruksikan korban untuk mengklik tautan ke situs web palsu, mengaktifkan berbagi layar, atau memberikan nomor rekening, kata sandi, dan informasi sensitif lainnya.
Menggunakan detail ini, para penipu masuk ke akun korban dan mentransfer dana.
Bank of China (Hong Kong) mengkonfirmasi bahwa mereka tidak memiliki hubungan dengan pesan-pesan tersebut dan mendesak masyarakat untuk tetap waspada.
Polisi mengingatkan warga bahwa pesan SMS BOCHK yang sah menggunakan nama pengirim yang diawali dengan “#”, seperti #BOCHK, #BOCHK_TXN, atau #BOCHK_CC, sesuai dengan Skema Registrasi Pengirim SMS. Pesan apa pun tanpa awalan “#” harus dianggap mencurigakan.
Pihak kepolisian menyarankan untuk tidak membalas pesan, mengklik tautan, berbagi layar, mengunduh aplikasi, atau mengunjungi situs web yang tidak dikenal.
Siapa pun yang menerima pesan mencurigakan harus menghubungi BOCHK langsung di (852) 3988 2388 (pilih bahasa, lalu tekan 3, #, 2) atau menghubungi Layanan Bantuan Anti-Penipuan 18222.
Warga juga dapat menggunakan situs web Scameter atau aplikasi Scameter+ untuk memeriksa nomor telepon, situs web, atau rekening bank yang mencurigakan. [BI]



