Telur Infertil dan Keamanannya untuk Dikonsumsi

Jakarta, BI [05/01] – Dalam praktik peternakan ayam, telur dibedakan menjadi dua jenis, yaitu telur infertil dan telur fertil. Telur infertil merupakan jenis telur yang dihasilkan oleh ayam petelur dan menjadi telur yang umum dikonsumsi sehari-hari. Sementara itu, telur fertil dibuahi oleh ayam jantan dan umumnya berasal dari peternakan ayam pembibitan.
Telur infertil tidak akan menetas, sedangkan telur fertil memiliki potensi untuk menetas apabila melalui proses inkubasi. Oleh karena itu, telur fertil tidak diproduksi sebagai telur konsumsi utama, melainkan untuk keperluan penetasan.
Fakta Seputar Telur Infertil
Banyak orang masih salah kaprah dan mengira telur infertil berisiko lebih tinggi atau tidak layak dikonsumsi. Padahal, telur infertil justru merupakan jenis telur yang umum dikonsumsi sehari-hari dan aman untuk dimakan, selama kondisinya masih segar serta diolah hingga matang.
Keamanan telur sebenarnya ditentukan oleh kebersihan, keutuhan cangkang, serta cara penyimpanan dan pengolahannya. Telur yang retak, kotor, atau disimpan terlalu lama dapat menjadi media pertumbuhan bakteri, seperti Salmonella.
Di sisi lain, terdapat sejumlah mitos yang berkembang di masyarakat, misalnya anggapan bahwa telur infertil lebih cepat busuk atau berbahaya jika dikonsumsi. Faktanya, semua telur yang masih segar dan disimpan dengan benar memiliki masa simpan yang tidak berbeda secara signifikan dan tetap aman untuk dikonsumsi.
Dalam beberapa kasus, terutama jika berasal dari jalur distribusi non-konsumsi, telur yang dijual dengan harga jauh lebih murah dapat merupakan telur fertil. Namun, perlu diingat bahwa telur fertil tidak diproduksi sebagai telur konsumsi utama karena sejak awal ditujukan untuk penetasan, sehingga standar penanganan, penyimpanan, dan distribusinya berbeda dengan telur konsumsi.
Tips Memilih, Menyimpan, dan Mengonsumsi Telur Infertil
Agar konsumsi telur tetap aman dan bernutrisi, Anda dapat menerapkan beberapa langkah berikut:
1. Pilih telur dari penjual tepercaya
Pastikan telur infertil dibeli dari penjual tepercaya yang menjaga kebersihan serta memiliki perputaran stok yang baik, baik di pasar maupun supermarket. Hindari membeli telur yang disimpan di area terbuka, terpapar sinar matahari langsung, atau bercampur dengan bahan pangan lain yang berisiko mencemari telur.
2. Periksa kondisi fisik telur
Pilih telur infertil dengan cangkang yang utuh dan bersih, tidak retak, tidak berlendir, serta tidak berjamur. Cangkang yang rusak atau lembap dapat memudahkan bakteri masuk ke dalam telur dan meningkatkan risiko kontaminasi.
3. Perhatikan bau telur
Telur yang masih segar umumnya tidak berbau menyengat. Hindari telur infertil yang mengeluarkan bau tidak sedap atau amis kuat karena dapat menandakan telur sudah mulai membusuk.
4. Simpan telur dengan tepat
Simpan telur di tempat sejuk dan kering. Telur sebaiknya tidak dicuci sebelum disimpan karena air dapat masuk melalui pori-pori cangkang dan mempercepat pertumbuhan bakteri. Jika menggunakan lemari pendingin, simpan telur di bagian dalam, bukan di pintu kulkas.
5. Olah telur hingga matang sempurna
Untuk mengurangi risiko infeksi bakteri, telur sebaiknya dimasak hingga putih dan kuning telur benar-benar matang. Hindari mengonsumsi ttelur mentah atau setengah matang, terutama pada anak-anak, ibu hamil, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah.
6. Jaga kebersihan saat mengolah telur
Cuci tangan sebelum dan sesudah memegang telur mentah. Gunakan peralatan masak yang bersih dan hindari mencampur telur mentah dengan bahan makanan lain yang siap dikonsumsi untuk mencegah kontaminasi silang.
Telur infertil merupakan telur yang umum dikonsumsi sehari-hari dan pada dasarnya aman untuk dimakan, selama masih segar, disimpan dengan benar, serta diolah hingga matang.[BI]



