Apa Penyebab Jempol Kaki Bisa Sakit

Jakarta, BI [25/02] – Jempol kaki berperan besar dalam menjaga keseimbangan dan menopang tubuh saat bergerak. Rasa nyeri di area ini bisa membuat aktivitas sehari-hari terasa kurang nyaman. Mengetahui penyebab serta cara mengatasinya sejak awal bisa membantu meredakan sakit lebih cepat dan mencegah masalah bertambah parah.
Beragam faktor bisa membuat jempol kaki terasa nyeri. Mengetahui penyebabnya membantu memilih langkah penanganan yang tepat. Berikut beberapa penyebab yang paling umum terjadi:
1. Cedera atau trauma
Jempol kaki sakit sering terjadi akibat cedera atau trauma, seperti benturan, terkilir, terjepit, atau jatuh. Kondisi ini dapat disertai nyeri, bengkak, dan memar, bahkan berisiko menyebabkan tulang retak atau patah jika cederanya cukup berat ya.
2. Kadar asam urat tinggi
Jempol kaki sakit dapat terjadi akibat penumpukan kristal asam urat di sendi, yang umumnya bermula pada sendi jempol kaki. Keluhan ini ditandai dengan nyeri hebat yang muncul mendadak, disertai bengkak, kemerahan, dan rasa panas.
3. Infeksi kuku atau kulit
Jempol kaki sakit juga dapat disebabkan oleh infeksi kuku atau kulit di sekitar ibu jari. Biasanya, keluhan ini dipicu oleh luka kecil yang tidak dirawat atau kuku tumbuh ke dalam (cantengan). Gejalanya meliputi nyeri, bengkak, kemerahan, dan pada kondisi tertentu dapat disertai keluarnya nanah.
4. Bunion
Jempol kaki sakit dapat terjadi akibat bunion, yaitu perubahan bentuk sendi karena tekanan berulang, faktor keturunan, atau kebiasaan memakai sepatu sempit. Kondisi ini ditandai dengan jempol kaki yang condong ke jari sebelahnya, munculnya tonjolan, serta nyeri saat berjalan.
5. Osteoarthritis dan arthritis
Jempol kaki sakit dapat disebabkan oleh osteoarthritis akibat proses penuaan atau rheumatoid arthritis yang berkaitan dengan penyakit autoimun. Kondisi ini biasanya ditandai dengan jempol kaki terasa kaku, nyeri saat digerakkan, dan terkadang disertai pembengkakan.
6. Neuropati diabetes
Jempol kaki sakit dapat terjadi akibat neuropati diabetes, yaitu kerusakan saraf karena kadar gula darah tinggi dalam jangka panjang. Keluhan yang muncul dapat berupa nyeri, kebas, kesemutan, hingga mati rasa pada jempol kaki.
7. Kuku tumbuh ke dalam
Pemotongan kuku yang tidak tepat atau tekanan dari sepatu yang terlalu sempit dapat menyebabkan jempol kaki sakit. Gejala utamanya meliputi nyeri, bengkak, kemerahan, dan jempol kaki menjadi lebih rentan mengalami infeksi.
8. Penggunaan sepatu tidak pas
Penggunaan sepatu yang terlalu ketat atau berujung runcing dapat memberikan tekanan berlebihan sehingga jempol kaki sakit. Kondisi ini dapat menimbulkan lecet, nyeri, dan iritasi pada area jempol kaki.
Gejala Jempol Kaki Sakit yang Harus Diwaspadai
Meski umumnya ringan, jempol kaki sakit bisa menjadi tanda masalah serius bila disertai gejala berikut ini:
- Bengkak dan kemerahan
- Tidak dapat menggerakkan jempol atau sulit berjalan
- Keluar nanah atau luka tak kunjung sembuh
- Mati rasa, kesemutan, atau perubahan warna menjadi kebiruan/hitam
- Nyeri lebih dari 3–5 hari tanpa perbaikan
Jika mengalami gejala di atas, segera konsultasikan ke dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani secara optimal. [BI]



