Internasional

Viral, Kota di Australia Ini Dijual Online Rp117 Miliar

SYDNEY, BI [08/02] – Kota kecil bernama Licola di Negara Bagian Victoria, Australia, dijual. Berpenduduk hanya lima orang, Licola berlokasi sekitar 3 jam perjalanan dari Melbourne.

Kota tersebut dikelola oleh cabang Lion’s Club selama lebih dari 50 tahun. Namun warga setempat khawatir kota kesayangan mereka akan punah atau dikomersialkan setelah berpindah tangan.

Lion’s Club menjual kota seluas 18 hektare itu dengan harga 6 juta hingga 10 juta dolar Australia (antara Rp70,4 miliar hingga Rp117,3 miliar).

Terletak di sepanjang Sungai Macalister, Licola terdiri dari bangunan kayu, toko, taman karavan, serta SPBU.

Licola biasa digunakan sebagai tempat transit atau peristirahatan populer bagi pelancong yang menuju Taman Nasional Alpine. Mereka biasa makan dan mengisi bahan bakar di Licola.

Dewan Lion’s Village Licola menyatakan kota tersebut kini terlalu mahal untuk dikelola sehingga dijual online sejak akhir 2025.

Leanne O’Donnell, seorang warga pemilik toko, terkejut saat pertama kali mendengar rencana untuk menjual kota tersebut. Dia tinggal di Licola bersama anaknya serta seorang teman dan dua anak.

Mereka memberi tahu saya bahwa bisnis mereka merugi selama 5 atau 6 tahun terakhir dan saya bertanya kepada mereka, ‘Jadi bagaimana saya bisa membantu Anda?’,” kata O’Donnell, kepada BBC, menceritakan percakapannya dengan dewan Lion’s Club.

Mereka kemudian menjawab, ‘Kalau Anda tidak bisa mendapat beberapa juta dolar, tidak banyak yang bisa Anda lakukan’,” kata O’Donnell, menirukan jawaban dewan.

Dia sangat mencintai kota tersebut dan khawatir akan jatuh ke tangan developer yang akan mengubahnya secara total. Sejak masa kontraknya berakhir pada 31 Januari 2026, O’Donnell tinggal di mobil van bersama putranya.

Penjualan kota tersebut juga menuai kritik dari penduduk kota sekitar. Lima penduduk Licola mungkin akan kehilangan rumah dan kota akan kehilangan karakternya.

Sementara itu seorang juru bicara Lion’s Club menjelaskan penjualan terpaksa dilakukan setelah melakukan tinjauan terhadap operasional kota. Hasilnya, operasional kota tidak bisa lagi dilanjutkan dengan alasan membengkaknya biaya serta kondisi akomodasi yang sudah tua.

Petisi online untuk menyelamatkan tokonya telah mengumpulkan hampir 8.500 tanda tangan.[BI]

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Most Voted
Newest Oldest
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Terkait

Back to top button

AdBlock Terdeteksi!

Silahkan matikan / whitelist website ini jika anda menggunakan AdBlock Extension. Iklan dari website ini sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnis kami. Terima Kasih. - Please turn off / whitelist this website if you're using AdBlock Extension. Advertising from this website is vital for the sustainability of our business. Thank You.