Banjir Ketanggungan Rabu Malam Capai 2,5 Meter, Terparah Selama 20 Tahun

BREBES, BI [27/03] – Banjir yang melanda wilayah Ketanggungan, Kabupaten Brebes, pada Rabu (25/3) malam disebut sebagai yang tertinggi dalam 20 tahun terakhir. Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 2,5 meter hingga menyebabkan dampak serius terhadap aktivitas warga dan arus lalu lintas di sekitar.
Tingginya debit air tersebut mengakibatkan puluhan kendaraan terjebak kemacetan di sejumlah titik, terutama di jalur utama yang menghubungkan kawasan Ketanggungan. Banyak pengendara tidak dapat melanjutkan perjalanan karena genangan air yang terlalu tinggi untuk dilintasi.
Informasi ini disampaikan melalui unggahan media sosial yang menggambarkan kondisi banjir cukup parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Melaporkan banjir di daerah Ketanggungan ini adalah rekor debit paling tinggi selama 20 tahun yaitu 250 cm. Dan akibatnya adalah puluhan kendaraan terjebak macet,” tulis akun Instagram Fadholi Ambar, dikutip Kamis (26/4).
Selain melumpuhkan lalu lintas, banjir juga berdampak pada permukiman warga di sekitar aliran sungai yang meluap.
Dalam video lainnya, terlihat bahwa banjir sempat merendam hingga sedada orang dewasa dan membuat rumah di sekitar tertutup air.
Pihak terkait diharapkan segera melakukan penanganan guna mempercepat surutnya genangan serta memulihkan akses transportasi yang terdampak.
Sebelumnya, banjir yang melanda wilayah Ketanggungan, Kabupaten Brebes, membuat arus lalu lintas di jalur utama Ketanggungan–Pejagan sempat tidak bisa dilalui kendaraan pada Rabu (25/3) malam. Genangan air yang cukup tinggi menyebabkan akses vital bagi pemudik dan masyarakat terputus sementara.
Berdasarkan laporan terbaru dari Pos Pengamanan (Pospam) Ciremai sejak pukul 22.55 WIB, kondisi jalan di Simpang 3 Ciremai, Ketanggungan, terendam air dengan ketinggian sekitar 60 sentimeter. Akibatnya, arus kendaraan nihil atau tidak dapat melintas sama sekali di jalur tersebut.
Banjir ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan Sungai Babakan meluap dan merendam permukiman warga serta badan jalan. Situasi diperparah dengan kondisi cuaca yang masih gerimis saat pemantauan berlangsung. [BI]



