China Perintahkan Maskapai Penerbangan Kurangi Penerbangan Ke Jepang

Beijing, BI [29/03] – China telah menginstruksikan maskapai penerbangannya untuk secara signifikan mengurangi penerbangan ke Jepang hingga Maret tahun depan di tengah ketegangan diplomatik yang sedang berlangsung, menurut Bloomberg News.
Arahan tersebut mengharuskan maskapai penerbangan China untuk segera mengurangi penerbangan ke Jepang, dengan pengurangan berlanjut hingga 31 Maret, bertepatan dengan perubahan jadwal musiman industri penerbangan global. Maskapai penerbangan memiliki kebebasan untuk menentukan rute dan jumlah penerbangan yang akan dikurangi.
Langkah ini dilakukan karena pembatalan perjalanan wisatawan China ke Jepang terus meningkat, bahkan kini memengaruhi musim perjalanan musim semi di bulan April. Data China Trading Desk menunjukkan minat wisatawan China untuk mengunjungi Jepang telah menurun tajam, dengan banyak wisatawan memandang penurunan ini lebih dari sekadar sementara.
Perusahaan riset tersebut memperkirakan Jepang dapat kehilangan pendapatan pariwisata sebesar US$1,2 miliar jika pembatalan berlanjut hingga akhir tahun, dan berpotensi meningkat menjadi US$9 miliar jika dampaknya berlanjut hingga tahun depan.
Ketegangan diplomatik dimulai setelah Perdana Menteri Jepang Takaichi Sanae menyatakan di parlemen bahwa “situasi darurat Taiwan” dapat menjadi krisis eksistensial bagi Jepang, yang menyiratkan potensi intervensi militer. Beijing memprotes keras pernyataan tersebut, memicu boikot publik dan pembatalan perjalanan massal.
Hotel-hotel di Jepang melaporkan lebih dari seribu pembatalan pemesanan karena dampak ekonomi menyebar ke seluruh industri pariwisata. [BI]



