39 Orang Terjangkit Norovirus Dari Restoran Hama Sushi Jepang

Kobayashi, BI [05/04] – Otoritas kesehatan di Kota Kobayashi, Prefektur Miyazaki, mengatakan 39 pelanggan melaporkan gejala keracunan makanan setelah mengunjungi cabang Hama Sushi setempat pada tanggal 27 Maret. Para pengunjung yang terdampak, berusia antara empat dan 71 tahun, mengalami muntah, diare, dan demam.
Menurut laporan media lokal, 66 orang dari 20 kelompok terpisah makan di restoran tersebut setelah pukul 17.00 pada hari itu. Tes laboratorium kemudian mendeteksi norovirus dalam sampel tinja yang diambil dari pelanggan dan staf persiapan makanan.
Karena satu-satunya faktor umum di antara mereka yang terdampak adalah makanan yang dikonsumsi di gerai tersebut, para pejabat menyimpulkan insiden tersebut merupakan klaster keracunan makanan terkait virus yang terkait dengan restoran tersebut.
Cabang tersebut secara sukarela ditutup mulai malam tanggal 29 Maret untuk memfasilitasi penyelidikan dan disinfeksi menyeluruh. Otoritas kesehatan setempat kemudian mengeluarkan perintah administratif yang mengharuskan restoran tersebut untuk menangguhkan bisnis selama dua hari mulai tanggal 2 April.
Para pejabat mengkonfirmasi bahwa semua 39 pengunjung sedang dalam masa pemulihan. Pemerintah daerah mencatat bahwa ini menandai kasus keracunan makanan keempat yang dilaporkan di prefektur tersebut tahun ini dan berjanji untuk memperkuat pengawasan standar kebersihan makanan.
Dalam pernyataan yang dipublikasikan di situs webnya pada tanggal 2 April, Hama Sushi meminta maaf kepada pelanggan dan masyarakat atas insiden tersebut.
Didirikan di Yokohama pada tahun 2002, Hama Sushi telah berkembang pesat di seluruh Asia, membuka gerai pertamanya di Tiongkok daratan di Shanghai pada tahun 2014 dan kemudian mendirikan lebih dari 40 cabang di kota-kota termasuk Guangzhou, Chongqing, dan Beijing. Merek ini memasuki Taiwan pada tahun 2016 dan meluncurkan cabang pertamanya di Hong Kong pada tahun 2023. [BI]



