Inggris Mulai Batasi Medsos Remaja, Dari TikTok Sampai Instagram

Jakarta, BI [07/04] – Pemerintah Inggris dikabarkan sedang melakukan uji coba untuk membatasi penggunaan media sosial [medsos], setelah pembuat undang-undang di negara menolak pelarangan menyeluruh terhadap anak di bawah usia 16 tahun memakai platform tersebut.
Department for Science, Innovation dan Technology atau DSIT akan mulai melakukan uji coba selama enam minggu dengan berbagai opsi pembatasan mengakses media sosial.
Rencananya, uji coba ini akan diawali dengan membatasi akses hanya satu jam per hari, dikenai jam malam digital, dan diminta untuk menonaktifkan aplikasi tertentu sepenuhnya pada 300 remaja di seluruh negeri, sebagaimana dilansir CNBC, Kamis (26/3/2026),
Kebijakan ini muncul setelah wacana pelarangan total medsos untuk anak di bawah 16 tahun ditolak pihak parlemen Inggris. Namun, resistensi itu rupanya tidak membuat pemerintah mundur.
Sebaliknya, London kini memilih jalur lain yang lebih terukur, yakni uji coba langsung di lapangan. Nantinya, DSIT akan membagi keluarga peserta ke dalam empat kelompok berbeda.
Kelompok pertama akan diminta untuk memakai fitur parental controls untuk menghapus atau menonaktifkan aplikasi tertentu, dan kelompok kedua akan membatasi penggunaan aplikasi populer seperti Instagram, TikTok, dan Snapchat maksimal satu jam per hari.
Untuk kelompok ketiga, DSIT meminta keluarga peserta untuk menerapkan jam malam digital dari pukul 21.00 sampai 07.00. Sementara yang terakhir, akan dibiarkan menggunakan medsos seperti biasa tanpa pembatasan.
Menggunakan metode ini, pemerintah ingin melihat secara langsung apakah ada perubahan perilaku remaja saat akses media sosial dikurangi.
Tak hanya sebatas screen time, uji coba ini juga diharapkan bisa mengetahui dampak pemakaian medsos ini pada kualitas tidur, tingkat stres, suasana hati, hingga kesehatan secara umum.
Langkah ini juga terhubung dengan konsultasi nasional soak digital wellbeing yang sudah dimulai pemerintah Inggris sejak awal tahun. Hingga kini, konsultasi tersebut sudah menerima lebih dari 30.000 tanggapan dari orang tua dan anak. Rencananya, masa konsultasi akan ditutup pada 26 Mei mendatang.
Di sisi lain, tekanan terhadap perusahaan penyedia platform medsos semakin keras. Regulator Inggris seperti Ofcom dan Information Commissioner’s Office juga mendesak Meta, TikTok, dan lainnya untuk memperkuat perlindungan anak di internet.
Selain di Inggris, gelombang pembatasan akses medsos ini juga terjadi di beberapa negara lain di dunia. Australia menjadi negara pertama yang melarang anak di bawah 16 tahun memakai media sosial pada Desember lalu.
Setelah itu, Spanyol dan Prancis juga melakukan hal serupa setelah Majelis Nasional mendukung larangan media sosial untuk anak berumur di bawah 15 tahun, dan akan diberlakukan pada awal tahun ajaran berikutnya pada bulan September jika disetujui Senat. [BI]



