Sekitar 40.000 Pekerja Migran Asal Filipina Di Tunda Berangkat Ke Timur Tengah

Manila, BI [07/04] – Puluhan ribu pekerja Filipina yang akan berangkat ke Timur Tengah terhenti karena konflik yang sedang berlangsung di wilayah tersebut mengganggu penerbangan dan penempatan kerja di luar negeri.
Menurut laporan di Philippine Daily Star, lebih dari 40.000 warga Filipina yang telah mendapatkan pekerjaan di Israel, Lebanon, dan beberapa negara Teluk belum dapat meninggalkan Filipina. Ketersediaan penerbangan yang terbatas dan meningkatnya ketidakstabilan telah sangat membatasi rute perjalanan ke tujuan-tujuan utama.
Seorang spesialis migrasi yang dikutip dalam laporan tersebut memperingatkan bahwa penempatan pekerja ke wilayah tersebut diperkirakan akan semakin menurun selama kuartal kedua dan ketiga tahun 2026, karena ketidakpastian terus membebani perekrutan dan pengaturan transportasi.
Banyak dari mereka yang terkena dampak saat ini ditempatkan di pusat-pusat akomodasi sementara di Manila yang dioperasikan oleh agen perekrutan. Yang lain telah kembali ke provinsi asal mereka untuk menunggu instruksi lebih lanjut, yang menambah beban bagi keluarga yang telah mengharapkan pendapatan dari luar negeri.
Sementara itu, pemerintah Filipina telah memulangkan lebih dari 4.000 pekerja dan keluarga mereka dari berbagai wilayah Timur Tengah sejak meningkatnya permusuhan.
Diperkirakan dua juta warga Filipina bekerja di seluruh wilayah tersebut — mayoritas di negara-negara Teluk — menjadikan Timur Tengah sebagai salah satu pasar tenaga kerja luar negeri terpenting bagi Filipina. [BI]



