
Ahli Gizi Membantah Mitos Pencucian dan Penyimpanan Telur
Hong Kong, BI [06/06] – Telur adalah makanan pokok di setiap rumah tangga, tetapi mencucinya segera setelah membeli justru dapat mempercepat pembusukannya? Benar kah itu?
Ahli gizi Yeung Si-ham memposting di halaman Facebook-nya bahwa telur dikenal sebagai sumber nutrisi yang ideal. Telur memiliki tingkat pemanfaatan protein yang tinggi, harganya terjangkau, dan dapat dimasak dengan berbagai cara, menjadikannya makanan pokok di hampir setiap lemari es rumah tangga. Namun, ada banyak kesalahpahaman umum tentang penanganan telur.
Reaksi pertama banyak orang setelah membeli telur adalah mencucinya dengan air, berpikir ini membuatnya lebih bersih, tetapi ini sebenarnya adalah kesalahan yang sangat umum. Dia membantah mitos utama tentang mencuci dan menyimpan telur:
Mitos Pencucian Telur
Telur Karton Supermarket: Telur yang dibeli dalam karton dari supermarket telah menjalani pembersihan dan sterilisasi profesional sebelum meninggalkan pabrik. Permukaan cangkang telur secara alami memiliki lapisan pelindung (kutikula) yang secara efektif mencegah invasi bakteri dan kehilangan kelembapan. Mencucinya lagi di rumah akan merusak lapisan pelindung ini, sehingga secara signifikan meningkatkan risiko pembusukan.
Telur Lepas dari Pasar Basah: Telur yang dibeli lepas dari pasar basah mungkin memiliki kotoran ayam atau kotoran di permukaannya. Setelah membawanya pulang, cukup usap permukaannya dengan lembut menggunakan kain kering atau tisu sebelum memasukkannya ke dalam kulkas. Ingatlah untuk mencucinya secara menyeluruh hanya dengan air tepat sebelum dimasak.
Simpan dengan Ujung Lancip Menghadap ke Bawah: Di dalam telur terdapat struktur yang disebut “sel udara,” biasanya terletak di ujung yang lebih bulat dan tumpul. Saat menyimpan telur, ingatlah untuk meletakkannya dengan “ujung bulat menghadap ke atas, ujung lancip menghadap ke bawah.” Ini membantu menjaga kuning telur tetap di tengah dan secara efektif memperpanjang umur simpan.
Simpan di Rak Dalam Kulkas: Banyak orang terbiasa meletakkan telur satu per satu di tempat telur di pintu kulkas. Namun, pintu kulkas sering dibuka dan ditutup, menyebabkan fluktuasi suhu yang besar yang dapat dengan mudah menyebabkan telur membusuk. Praktik yang benar adalah menyimpan telur di dalam kartonnya dan meletakkan karton di rak dalam kulkas.
Bagaimana Memilih Antara Telur Cokelat dan Telur Putih? Yeung mengatakan bahwa berdiri di depan rak supermarket, telur putih, telur cokelat (merah), dan berbagai telur khusus dapat membingungkan, dengan harga yang sangat bervariasi. Oleh karena itu, ia juga menawarkan kiat-kiat untuk memilih telur:
Warna Kulit Telur (Putih vs. Cokelat): Banyak orang salah percaya bahwa telur cokelat lebih bergizi. Padahal, warna kulit telur hanya bergantung pada jenis ayam.
Warna Kuning Telur (Kuning Pucat vs. Merah-Oranye): Warna kuning telur terutama dipengaruhi oleh pigmen dalam pakan ayam, seperti lutein dan zeaxanthin. Meskipun kuning telur merah-oranye secara visual lebih menarik, kandungan protein keseluruhan dan perbedaan nutrisi intinya minimal.
Ia mengingatkan bahwa saat memilih telur, kesegaran lebih penting daripada warna. Kecuali Anda memiliki kebutuhan mikronutrien khusus, telur segar biasa sudah menyediakan nutrisi yang cukup dan kaya.[BI]




