Techno

Google Akan Lepas 32 Juta Nyamuk Rekayasa, Apa Misinya?

Jakarta, BI [11/06] – Google berencana melepaskan hingga 32 juta nyamuk yang genetiknya sudah direkayasa. Saat ini raksasa teknologi itu sedang menunggu persetujuan dari pemerintah pusat Amerika Serikat.

Proposal tersebut, yang saat ini sedang ditinjau oleh Environmental Protection Agency (EPA), merupakan bagian dari inisiatif ‘Debug’.

Proyek Google yang kurang dikenal ini sebenarnya sudah diluncurkan lebih dari satu dekade yang lalu untuk mengembangkan teknologi baru yang bertujuan mengurangi populasi nyamuk pembawa penyakit.

Jika berhasil mendapatkan izin, jutaan nyamuk ini akan dilepas di negara bagian California dan Florida selama dua tahun ke depan. Proyek ini akan melepaskan nyamuk yang sudah terinfeksi bakteri Wolbachia yang membuat nyamuk jantan tidak bisa membuahi nyamuk betina.

Karena hanya nyamuk betina yang dapat menggigit manusia, ilmuwan mengatakan pelepasan jutaan nyamuk ini tidak akan menambah populasi nyamuk penggigit.

Peneliti mengatakan proposal terbaru dari Google menargetkan spesies nyamuk Culex yang dikenal sebagai pembawa virus West Nile dan St. Louis encephalitis. Menurut data Centers for Disease Control and Prevention (CDC), virus West Nile adalah penyakit yang ditularkan nyamuk nomor satu di AS.

Penggunaan bakteri Wolbachia merupakan salah satu teknik sterilisasi untuk mengurangi populasi nyamuk tanpa mengandalkan pestisida saja. Ketika nyamuk jantan yang terinfeksi Wolbachia kawin dengan nyamuk betina, mereka tidak akan bisa bereproduksi sehingga populasi nyamuk akan turun.

Huff mengatakan teknik ini sudah dipakai di distrik Florida Keys selama dua tahun terakhir, dan sejauh ini hasilnya cukup memuaskan. Distriknya sudah mencatat penurunan populasi nyamuk di sejumlah area uji coba.

EPA akan menerima komentar publik terkait proposal Google hingga 5 Juni sebelumnya memutuskan untuk memberikan izin penggunaan eksperimental atau tidak.[BI]

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Most Voted
Newest Oldest

Artikel Terkait

Back to top button

AdBlock Terdeteksi!

Silahkan matikan / whitelist website ini jika anda menggunakan AdBlock Extension. Iklan dari website ini sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnis kami. Terima Kasih. - Please turn off / whitelist this website if you're using AdBlock Extension. Advertising from this website is vital for the sustainability of our business. Thank You.