
Jepang Punya “Kafe Tangisan Malam”, Tempat Ibu Yang Kelelahan
Tokyo, BI [23/06] – Jepang mulai melihat munculnya ruang perlindungan tak biasa bagi para ibu yang kelelahan. Sejumlah kafe malam kini membuka pintu khusus untuk mereka yang menghadapi bayi yang terus menangis tanpa henti.
Seperti dilansir Kyodo, Kamis (14/5), inisiatif ini tumbuh dari gerakan komunitas kecil. Tujuannya sederhana, memberi tempat aman bagi ibu yang merasa sendirian di jam-jam paling berat.
Salah satu contohnya ada di Memuro, Hokkaido. Sebuah kedai roti panggang Prancis justru buka pada malam hari, meski biasanya tutup.
Sejak Oktober tahun lalu, tempat itu dibuka gratis setiap Minggu pukul 21.00 hingga Senin pukul 06.00. Nama ruang itu “Oyako no Koya” atau Rumah Orang Tua dan Anak.
Di dalamnya tersedia area menyusui, tempat ganti popok, hingga alas untuk bayi tidur atau merangkak. Relawan perempuan juga membantu menjaga anak dan mendengarkan keluh kesah para ibu.
Pemiliknya, Madoka Nozawa, membuat ruang itu dari pengalaman pribadinya. Saat anak pertamanya masih bayi, ia kerap menjalani malam panjang sendirian sambil menggendong bayi yang terus menangis.
Karena suaminya harus bekerja keesokan hari, ia merasa tak enak meminta bantuan. Ada malam ketika ia harus bertahan hingga pagi tanpa istirahat.
“Saya ingin tempat ini jadi ruang perlindungan agar orang merasa mereka tidak sendirian,” katanya. Pesan itu menjadi inti dari konsep yang kini mulai menyebar.
Ide “kafe tangisan malam” sebenarnya lahir dari dunia manga. Konsep itu pertama muncul di media sosial pada 2017, lalu berkembang menjadi serial daring pada 2023.
Respons pembaca sangat besar. Banyak ibu mengaku berharap tempat seperti itu benar-benar ada saat mereka mengalami masa sulit.
Kini, inisiatif serupa mulai muncul di wilayah lain seperti Tokushima dan Niigata. Sebagian menyediakan layanan penitipan sementara agar ibu bisa sekadar beristirahat.
Namun tantangannya tidak kecil. Operasional malam membutuhkan biaya besar, sementara banyak tempat masih bergantung pada relawan dan donasi.
Pakar perawatan pascamelahirkan Kaori Ichikawa menilai dukungan yang lebih luas dibutuhkan. Menurutnya, bantuan pemerintah pada malam hari atau akhir pekan masih sangat terbatas.[BI]




