
Minggu Produktif Bersama Methodist Center, Belajar Berbagai Macam Kelas Gratis
Hong Kong, BI [16/08] – Minggu, 19 Juli 2026. Di Methodist Centre, Shau Kei Wan, suasananya ramai. Puluhan Pekerja Migran Indonesia berkumpul untuk belajar.
Setiap minggu, Methodist Centre memang rutin membuka kelas gratis untuk PMI. Macam-macam kelasnya. Ada cooking class, kelas Mandarin, kelas Kanton, kelas Bahasa Inggris, sampai kelas dance. Setiap kelas berlangsung selama 4 kali pertemuan.
Kelas Mandarin Bareng Laoshi Tamy: Minggu itu giliran kelas Mandarin yang dipandu Laoshi Tamy. Sekitar 30 peserta hadir. Kelas dimulai pukul 14.00.
“Biasanya kita belajar 2 jam. Tapi karena hari ini habis kelas kosong, bebas mau sampai jam berapa. Saya ngikut aja,” canda Laoshi Tamy.
Cara mengajarnya mudah dimengerti. Selain praktik berbicara, Laoshi Tamy juga mengajari cara membaca pinyin.
“Ternyata kalau udah tau abjadnya, gampang bacanya. Jadi lebih paham,” ujar Tresna, peserta yang baru pertama kali ikut kelas di Methodist Centre ini.
Cooking Class Bareng Kam Sir: Di ruangan sebelah, ada kelas memasak dengan mentor Chef Dick, yang akrab disapa Kam Sir. Kali ini menunya Pie Cream Cheese.
Selain resep dan cara membuat pie yang enak, peserta juga dapat ilmu baru. Contohnya soal telur.
Selama ini banyak yang habis beli telur langsung dicuci lalu masuk kulkas. Ternyata itu keliru.
“Telur nggak perlu dicuci dulu sebelum masuk kulkas. Kalau dicuci, pori-pori cangkangnya kebuka.
Bakteri malah gampang masuk,” jelas Kam Sir dalam bahasa Kantonis.
Ilmu kecil tapi penting banget buat anak rantau yang masak tiap hari.
Yang bikin peserta makin semangat, semua kelas ini gratis. Nggak cuma ilmunya, makanannya juga gratis sampai kenyang.
Wajah-wajah cerah pulang dari Methodist Centre hari itu jadi bukti. Libur diisi hal bermanfaat, dapat ilmu baru, dapat teman baru, dan perut juga aman.
Terima kasih untuk Methodist Shau Kei Wan yang sudah jadi rumah belajar kedua untuk PMI Hong Kong.(esti)




