RagamWanita

Cara Merawat dan Membersihkan Baju Thrifting untuk Hindari Alergi

Jakarta, BI [25/09] – Dilansir dari Good Housekeeping, pakaian secondhand sebaiknya dicuci terlebih dahulu sebelum dikenakan karena pakaian yang sudah pernah digunakan dapat membawa kotoran atau bakteri dari proses penyimpanan maupun penanganan. Karena itu, mencuci pakaian sebelum dipakai menjadi langkah sederhana untuk membantu menjaga kebersihan.

Hal pertama yang perlu dilakukan setelah membeli baju thrifting adalah memeriksa kondisi pakaian secara menyeluruh. Lihat bagian kerah, ketiak, lengan, saku, hingga bagian dalam pakaian. Perhatikan juga apakah ada noda, bau yang cukup kuat, jamur, atau bagian kain yang rusak.

Jangan lupa cek label perawatannya. Informasi pada label dapat membantu menentukan apakah pakaian aman dicuci menggunakan mesin, harus dicuci dengan tangan, atau membutuhkan metode khusus. Ini penting terutama jika kamu membeli pakaian berbahan lembut seperti wol, satin, atau material vintage yang lebih rentan rusak.

Setelah itu, pisahkan baju thrifting dari pakaian lain yang ada di rumah sebelum dicuci. Langkah sederhana ini membuat proses pembersihan lebih terkontrol dan mengurangi kemungkinan kotoran atau bau dari pakaian tersebut berpindah ke pakaian lain.

Jadi, jangan buru-buru mencoba outfit baru setelah pulang dari thrift store. Sedikit waktu untuk membersihkan pakaian bisa membuat kamu lebih nyaman saat akhirnya mengenakannya. Berikut beberapa cara yang bisa kamu gunakan untuk mencuci baju thrift.

  1. Setelah memastikan kondisi pakaian, langkah berikutnya adalah mencucinya dengan metode yang sesuai. Jangan langsung memasukkan semua baju thrifting ke mesin cuci karena setiap bahan memiliki kebutuhan perawatan yang berbeda. Pakaian berbahan denim tentu membutuhkan perlakuan yang berbeda dengan sweater, satin, atau pakaian rajut.

  2. Untuk pakaian yang bisa dicuci menggunakan mesin, ikuti petunjuk pada label dan jangan memasukkan terlalu banyak pakaian dalam satu kali cucian. Pakaian membutuhkan ruang untuk bergerak agar air dan deterjen dapat menyebar dengan baik. Jika terlalu penuh, proses pencucian bisa menjadi kurang maksimal.

  3. Penggunaan deterjen juga tidak perlu berlebihan. Banyak orang mengira semakin banyak deterjen berarti pakaian akan semakin bersih. Padahal, terlalu banyak deterjen dapat meninggalkan residu pada serat kain yang justru bisa membuat pakaian terasa kurang nyaman di kulit.

  4. Untuk bahan tertentu, air dingin bisa menjadi pilihan yang lebih aman. Pakaian berwarna gelap, bahan halus, denim, hingga material yang mengandung elastane umumnya lebih terjaga jika dicuci dengan air dingin. Namun, tetap utamakan petunjuk pada label pakaian sebelum menentukan suhu air.

  5. Sementara itu, pakaian yang memiliki label hand wash sebaiknya dicuci dengan tangan. Cara ini memang membutuhkan sedikit lebih banyak waktu, tetapi dapat membantu menjaga bentuk dan kondisi bahan yang lebih sensitif.

  6. Setelah selesai dicuci, pastikan pakaian dibilas dengan baik dan jangan membiarkannya terlalu lama dalam keadaan basah. Segera jemur atau keringkan sesuai petunjuk perawatan agar pakaian tidak menyimpan bau lembap.[BI]

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Most Voted
Newest Oldest

Artikel Terkait

Back to top button

AdBlock Terdeteksi!

Silahkan matikan / whitelist website ini jika anda menggunakan AdBlock Extension. Iklan dari website ini sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnis kami. Terima Kasih. - Please turn off / whitelist this website if you're using AdBlock Extension. Advertising from this website is vital for the sustainability of our business. Thank You.