
Citra Satelit NASA Tampilkan Wilayah Indonesia Memerah, Asap Karhutla Kian Mengkhawatirkan
Jakarta, BI [15/10] – Citra satelit Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memperlihatkan hampir seluruh wilayah Indonesia diselimuti warna merah dalam visualisasi konsentrasi karbon monoksida (CO) di atmosfer pada pertengahan Oktober 2026.
Kondisi tersebut menjadi perhatian di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kepulan asap pekat di sejumlah wilayah, terutama Kalimantan dan Sumatra.
Berdasarkan data NASA Worldview periode 4–14 Oktober 2026 dan NASA Eyes on the Earth pada 13–15 Oktober 2026 yang menjadi bahan pemantauan, terlihat sebaran asap di sejumlah kawasan Indonesia.
Sementara itu, visualisasi atmosfer menunjukkan konsentrasi karbon monoksida dengan skala warna merah yang mencapai batas tampilan 160 parts per billion by volume (ppbv).
Warna merah yang mendominasi peta tersebut menjadi gambaran penting mengenai kondisi atmosfer Indonesia. Namun, warna itu bukan berarti seluruh wilayah mengalami kebakaran atau tertutup kabut asap dengan tingkat kepekatan yang sama.
Visualisasi tersebut menunjukkan konsentrasi gas karbon monoksida di atmosfer, bukan secara langsung menggambarkan ketebalan asap di permukaan tanah.
Meski demikian, keberadaan karbon monoksida dalam konsentrasi tinggi patut mendapat perhatian karena gas tersebut merupakan salah satu polutan yang dapat dihasilkan dari proses pembakaran, termasuk kebakaran vegetasi dan lahan gambut.[BI]




